Insiden tragis menimpa seorang bocah perempuan berinisial SH (6) di Desa Gedepangrango, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi. Korban menderita luka tembak yang sangat serius setelah terkena peluru senapan angin milik ayah tirinya, S (35).
Kejadian nahas ini berlangsung pada Jumat (6/2/2026) siang saat sang ayah sedang membersihkan senjata tersebut. Kapolsek Kadudampit, Ipda Suhendar, menyebut saat ini korban tengah berjuang melewati masa kritis di rumah sakit.
"Korban anak perempuan saat ini masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU RS Betha Medika Cisaat dalam kondisi kritis dan tidak sadarkan diri," kata Suhendar melansir detikJabar, Sabtu (7/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peristiwa ini bermula ketika S sedang memperbaiki dan membersihkan senapan angin jenis PCP kaliber 4,5 mm di area depan rumahnya sekitar pukul 13.00 WIB. Diduga kuat, S lalai karena tidak mengecek keberadaan peluru di dalam laras senapan tersebut.
"Pada saat membongkar bagian popor, senapan angin tersebut tiba-tiba meletus. Di depan laras senapan saat itu terdapat korban, sehingga peluru mengenai bagian atas pelipis dan menembus ke belakang kepala," jelasnya.
Seketika setelah kejadian, S yang panik langsung meminta bantuan istrinya untuk mengevakuasi korban ke Puskesmas Kadudampit. Namun, karena kondisi luka yang sangat parah, bocah malang tersebut harus segera dirujuk ke RS Betha Medika Cisaat guna mendapatkan penanganan medis yang lebih komprehensif.
"Saat ini korban masih dirawat di ICU. Pihak rumah sakit belum bisa memberikan keterangan medis karena menunggu dokter spesialis," ucap dia.
Polisi sudah mengamankan S beserta barang bukti senapan angin yang digunakan. Kasus ini kini telah dilimpahkan untuk penyelidikan mendalam.
"Terduga pelaku sudah diamankan dan sedang dilakukan pemeriksaan. Perkara ini kami limpahkan ke Sat Reskrim Polres Sukabumi Kota untuk penanganan lebih lanjut," tambahnya.
Selain melakukan olah TKP, pihak pemerintah desa setempat juga tengah membantu memfasilitasi administrasi BPJS Kesehatan guna meringankan beban pengobatan keluarga korban.
(afb/afb)
