WNI Terlibat Scam di Kamboja Mulai Dipulangkan ke Indonesia

Nasional

WNI Terlibat Scam di Kamboja Mulai Dipulangkan ke Indonesia

Tim detikcom - detikSumut
Minggu, 01 Feb 2026 09:00 WIB
WNI Terlibat Scam di Kamboja Mulai Dipulangkan ke Indonesia
WNI bermasalah dari Kamboja dipulangkan ke Indonesia (Foto: Dok. Kemlu)
Jakarta -

Proses pemulangan warga negara Indonesia (WNI) yang diduga terjebak dalam sindikat penipuan daring di Kamboja resmi dimulai. Sebagai tahap awal, sebanyak 36 pekerja migran telah mendarat di Indonesia.

Langkah ini diambil menyusul banyaknya WNI yang mendatangi KBRI Phnom Penh untuk meminta bantuan kepulangan setelah pemerintah Kamboja mulai menggencarkan operasi pemberantasan jaringan scam di wilayah mereka. Hingga akhir Januari 2026, tercatat sebanyak 2.493 WNI telah melapor untuk diproses kepulangannya.

Selama periode 16 hingga 26 Januari 2026, KBRI Phnom Penh bekerja intensif dalam melakukan pendataan, penilaian kasus, serta membantu penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) bagi mereka yang kehilangan dokumen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sejumlah WNI memiliki dokumen perjalanan dan tidak terkendala denda keimigrasian dilaporkan telah kembali ke Indonesia secara mandiri. Dan bagi mereka yang telah difasilitasi pembuatan dokumen perjalanan sementara dan permohonan keringanan denda keimigrasian, dilaporkan telah membeli tiket secara mandiri. Contohnya, 46 WNI yang akan kembali ke Tanah Air pada tanggal 30 Januari 2026," tulis KBRI Phnom Penh di laman Kemlu, seperti dilihat, Selasa (27/1/2026).

ADVERTISEMENT

Dalam upaya mempercepat proses ini, Duta Besar RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, telah menemui Letnan Jenderal Chuon Narin selaku Wakil Kepala Kepolisian Nasional Kamboja. Dubes Santo mengapresiasi bantuan otoritas setempat dalam menyediakan penampungan sementara serta memperketat keamanan di sekitar KBRI.

Letjen Chuon Narin berharap seluruh WNI yang berhasil lepas dari sindikat tersebut dapat segera berkumpul kembali dengan keluarga di tanah air. Beliau menekankan komitmennya untuk terus memantau keamanan para WNI, sembari mewaspadai risiko penyebaran penyakit menular mengingat kepadatan di lokasi penampungan saat ini.

Artikel ini sudah tayang di detikNews, baca selengkapnya di sini.




(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads