Balita berinisial AS (4) diduga tertembak peluru nyasar saat tawuran di Kecamatan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Ibu korban Romanda Siregar menceritakan detik-detik peristiwa mengerikan itu.
Romanda menyebut peristiwa terjadi di depan kantor Pos Belawan, Kecamatan Medan Belawan, Senin (5/1) sekira pukul 19.30 WIB. Saat itu, dia dan anaknya berangkat dari rumah mereka di Sicanang untuk menjemput suaminya di Pajak Baru.
Keduanya menuju Pajak Baru dengan menyewa satu becak. Setibanya di lokasi kejadian, becak yang ditumpangi mereka tertahan karena ada tawuran.
"(Kami) lagi di dalam becak. Becak kami mau lewat, kan gitu, waktu itu ada orang tawuran. Kami jarang keluar, memang nahasnya semalam lah, pas mau keluar itu tawuran," kata Romanda saat diwawancarai di RSUD Pirngadi Medan, Selasa (6/1/2026).
Lalu, tiba-tiba, bagian mata anaknya tertembak. Romanda mengetahui hal itu usai melihat mata anaknya berdarah.
Dia pun sontak memeluk anaknya. Awalnya, Romanda hendak membawa anaknya ke RS Prima Husada Cipta (PHC) yang berlokasi tak jauh dari lokasi tawuran.
Namun, karena akses menuju rumah sakit diblokir para pelaku tawuran, Romanda pun memutuskan melarikan anaknya ke klinik di belakang RS PHC.
Setibanya di sana, pihak klinik juga tak berani untuk melakukan penanganan karena peluru mengenai bagian mata korban. Pihak klinik menyarankan Romanda membawa korban ke RS PHC. Belakangan, korban harus dirujuk ke RSUD Pirngadi Medan.
Terlihat bagian jaket Romanda masih ada bercak daerah. Dia mengaku tidak sempat untuk mengganti bajunya karena harus menyelamatkan anaknya.
Saat ini, pihak rumah sakit telah melakukan CT scan. Namun, sejauh ini, korban belum dilakukan operasi pengangkatan peluru karena masih menunggu rumah sakit rujukan.
Simak Video "Video Ketika Aksi Tawuran Dibubarkan dengan Timpukan Galon"
(astj/astj)