Belajar dari Tutorial YouTube, Bomber di Inhu Riau Sudah 3 Kali Ledakkan Bom

Raja Adil Siregar - detikSumut
Rabu, 05 Okt 2022 17:33 WIB
Tampang Pengebom di Inhu, Riau.
Tampang Pengebom di Inhu, Riau. (Foto: Raja Adil Siregar/detikSumut)
Pekanbaru -

Perakit bom di Indragiri Hulu (Inhu), Riau berinisial MN (47) ditangkap polisi. MN mengaku belajar otodidak merakit bom dengan melihat tutorial YouTube.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto menyebutkan, pelaku warga Pangkalan Kasai, Siberida, Inhu. Pelaku belajar merakit bom sejak Mei 2022 lalu. Dia bahkan sudah tiga kali membuat percobaan meledakkan bom.

"Pelaku ini Mei lalu memesan dan membeli online bahan-bahan peledak berupa pupuk, balerang, arang dan timer. Kemudian lima hari berikutnya pesanan datang, disimpanlah di kamar," kata Sunarto, Senin (5/10/2022).


Setelah semua bahan terkumpul, MN mulai merakit bom. Bom pertama dirakit dengan dimasukkan dalam ember dan botol bekas.

Setelah dimasukkan ke botol bekas, bahan peledak lalu dibakar. Percobaan pertama sukses dan meledak, namun ledakan tidak kuat.

"Selanjutnya pelaku MN mencoba kembali merakit. Percobaan kedua ada bahan kabel listrik dan dimasukkan ke dalam botol. Dia tarik kabel itu ke dalam rumah, dari jarak jauh diledakkan dengan disambung pakai aki motor," kata Sunarto.

Pada percobaan kedua pelaku menunggu antara 5-10 detik sampai bahan berekasi. Bahkan ledakannya lebih kuat dari petasan dan lebih kuat dari percobaan pertamanya.

Percobaan ketiga dilakukan pada Senin 3 Oktober. Pelaku MN kembali merakit dan mencoba meledakkkan bom pakai karung beras sebagai pembungkus luarnya.

"Bahan-bahan diletakkan di pinggir jalan dan diatur waktu 30 menit. Setelah itu pelaku pulang ke rumah yang jaraknya 7 km dari rumah. Dia enggak tahu apakah meledak atau tidak, eh ternyata timbul ledakan itu," kata Sunarto.

Dari ledakan ketiga itulah akhirnya polisi menerima informasi dari warga. Pelaku kemudian diamankan dan ditemukan ada barang-barang lain yang sudah dirakit dan siap untuk diledakkan.

"Barang bukti yang diamankan ada baterai, cassing, paralon, jam digital. Selanjutnya di lokasi kedua ada paralon 6 Kg booster kelengkeng, solder, jam digital, kacamata, baterai dan barang-barang peledak," tegas Sunarto.

Hasil pemeriksaan, pelaku mengaku nekat merakit bom karena kerap di-bully. Namun pelaku mengaku tidak ada orang yang menjadi target bom rakitannya.

"Atas perbuatannya pelaku ditahan. Pelaku dijerat pasal 1 ayat (1) UU Darurat," imbuh Sunarto.



Simak Video "Bom Mobil Meledak di Dekat Kantor Polisi Thailand, 1 Anggota Tewas"
[Gambas:Video 20detik]
(ras/dpw)