4 Tengkorak Manusia Ditemukan di Aliran Sungai Taput

4 Tengkorak Manusia Ditemukan di Aliran Sungai Taput

Datuk Haris Molana - detikSumut
Rabu, 28 Sep 2022 20:37 WIB
Tengkorak manusia yang ditemukan di aliran Sungai Taput. (Foto: Istimewa)
Tengkorak manusia yang ditemukan di aliran Sungai Taput. (Foto: Istimewa)
Tapanuli Utara -

Sebanyak empat tengkorak manusia ditemukan warga di Kecamatan Siatas Barita, Tapanuli Utara , Sumatera Utara. Warga setempat menyebut, tengkorak yang ditemukan itu milik leluhurnya.

Kapolres Taput AKBP Johanson Sianturi mengatakan empat tengkorak manusia itu ditemukan warga di Sungai Aek Situmandi Desa Siraja Hutagalung, Kecamatan Siatas Barita pada, Selasa (27/9) kemarin.

Keempat tengkorak itu ditemukan di dalam peti mati terbuat dari pohon enau yang sudah kelihatan usang oleh salah seorang warga bernama Edu Tarihoran (69), warga Desa Siraja Hutagalung Siatas Barita.


Johanson menyebut dari penuturan Edu, dia menemukan tengkorak tersebut saat masuk ke sungai untuk mencari besi-besi bekas untuk diperjualbelikan.

Kemudian, di daratan kering di pinggir sungai, dia melihat ada batang pohon enau yang sudah membusuk muncul ke atas dan dia pun penasaran untuk mengetahui hal tersebut.

"Setelah mendekat, lalu dia penasaran untuk membuka batang pohon tersebut dan setelah terbuka lalu melihat bahwa ada tengkorak manusia di dalam," sebut Johanson.

Selanjutnya, dia pulang dan menceritakan hal tersebut kepada tetangganya. Karena hari sudah sore menjelang malam, warga sekitar memutuskan untuk melihat onggok tulang belulang tersebut pada keesokan harinya dengan didampingi petugas kepolisian.

Kemudian pada Rabu (28/9) pagi, warga sekitar didampingi petugas kepolisian dari Polres Taput dan Polsek Sipoholon turun ke pinggir sungai untuk melihat hal tersebut.

Setelah peti mati di buka dan kelihatan di dalamnya ada tengkorak manusia.

"Terkait temuan tersebut, Kepala Desa Diraja Hutagalung Japatar Hutagalung kepada petugas kepolisian mengatakan bahwa tengkorak tersebut diyakini tengkorak dari leluhur mereka keturunan dari marga Hutagalung yang dikebumikan sekitar 200 tahun yang lalu," sebut Johanson.

Johanson menyebut alasan mereka menyampaikan hal tersebut, bahwa dulunya sungai ini tidak selebar sekarang. Pinggiran sungai ini disebut dulunya tempat bercocok tanam warga serta sebahagian membuat menjadi lokasi penguburan nenek-neneknya.

Akibat perobahan ekosistem, debit air semakin besar dan pinggiran sungai pun terkikis sehingga lahan bercocok tanam dan pekuburan pun jadi aliran sungai.

Kemudian, kepada polisi, kepala desa itu meyakini bahwa tengkorak itu bukanlah tengkorak yang ada hubungannya dengan tindak pidana. Oleh karena itu, masyarakat dan pengetua Desa Siraja Hutagalung, meminta agar pihak kepolisian menunggu upaya penelusuran atas asal usul kerangka tengkorak tersebut yang nantinya akan dimakamkan secara layak di tempat pemakaman umum melalui prosesi adat.



Simak Video "Dampak Gempa M 5,8 Tapanuli Utara: 1 Orang Tewas, 5 Bangunan Roboh"
[Gambas:Video 20detik]
(dhm/astj)