Round Up

Teganya Pria di Bengkulu Selatan Bakar Remaja Hidup-hidup

Tim detikSumut - detikSumut
Rabu, 28 Sep 2022 11:42 WIB
Polisi menunjukkan lokasi remaja dibakar hidup-hidup (Foto: Dok. Polres Bengkulu Selatan)
Polisi saat menunjukkan lokasi remaja yang dibakar hidup-hidup (Foto: Istimewa)
Bengkulu -

HA (40) gelap mata dan membakar P (15) seorang remaja hidup-hidup. HA nekat berbuat itu karena marah ke P akibat handphone miliknya hilang.

Insiden itu terjadi di Desa Lubuk Tapi, Kecamatan, Ulu manna, Bengkulu Selatan, Sabtu (24/9) kemarin. Usai dibakar pelaku langsung meninggalkan korban. Beruntung remaja itu masih bisa diselamatkan dan dibawa ke rumah sakit.

"Sebelum dibakar, korban terlebih dahulu diikat di pohon kayu di areal kebun durian milik terduga pelaku dengan menggunakan karet ban, usai membakar korban, terduga pelaku pun meninggalkan korban," kata Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Sudarno, Selasa (27/9/2022).


Sudarno mengatakan remaja dibakar pelaku karena dituduh mencuri satu unit HP miliknya. Tak terima atas perbuatan HA, orang tua korban pun melaporkan kejadian ini ke Polres Bengkulu Selatan, Polda Bengkulu.

"Setelah menerima laporan orang tua korban, pelaku ditangkap dan diamankan di Mapolres Bengkulu Selatan," kata Sudarno.

Kasat Reskrim Polres Bengkulu Selatan, Iptu Fajri Ameli Putra Chaniago menambahkan, saat ini korban masih dirawat di rumah sakit. Akibat peristiwa itu hampir seluruh tubuh korban mengalami luka bakar. "Korban mengalami luka bakar sekitar 60 persen," ujarnya.

Meski mengalami luka bakar serius, kondisi remaja itu masih sadar dan mendapat perawatan intensif. "Kondisi korban masih sadar dan telah mendapat perawatan medis rumah sakit," katanya.

Fajri menjelaskan, pelaku dan korban sama-sama menjaga buah durian di kebun. "Keduanya sama-sama menjaga durian di kebun yang berbeda. Korban kerap main ke pelaku karena pelaku memiliki handphone, nah karena handphone pelaku ini hilang, pelaku menanyakannya ke korban dan korban mengaku tidak mengambilnya," jelasnya.

Keesokan harinya, kata Fajri, pelaku kembali menanyakan ke korban dan korban tetap mengaku tidak mengambilnya. Hingga keduanya mencari handphone yang hilang bersama-sama.

"Setelah mereka mencari di lokasi pondok milik korban, pelaku menemukan handphone miliknya tidak jauh dari pondok korban, karena itulah pelaku marah dan nekat membakar korban," kata Fajri.



Simak Video "Selamat! Ashanty Jadi Duta Provinsi Bengkulu"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)