Terpidana Penyerobotan Tanah PT KAI di Medan Menyerahkan Diri

Nasional

Terpidana Penyerobotan Tanah PT KAI di Medan Menyerahkan Diri

Tim detikNews - detikSumut
Senin, 26 Sep 2022 11:26 WIB
Koruptor Rp 185 M Handoko Lie Serahkan Diri Usai 6 Tahun Buron
Handoko Lie saat menyerahkan diri ke Kejagung (Foto: dok. Kejagung)
Jakarta -

Handoko Lie menyerahkan diri ke Kejaksaan Agung (Kejagung). Terpidana penyerobotan tanah PT KAI di Jalan Jawa, Medan itu sebelumnya divonis 10 tahun penjara.

Kapuspen Kejagung Ketut Sumedana mengatakan, sebelum menyerahkan diri, Handoko Lie sudah buron selama enam tahun.

"Terpidana Handoko Lie menyerahkan diri setelah menjadi buron selama enam tahun," ujar Ketut dilansir detikNews, Senin (26/9/2022).


Handoko Lie melarikan diri ke Singapura dan menetap di Malaysia selama 6 tahun. Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejagung melakukan pemantauan terhadap keberadaan terpidana Handoko Lie dan mengimbau agar Handoko mempertanggungjawabkan perbuatannya. Akhirnya Handoko menyerahkan diri ke Kejagung pada Jumat (23/9).

"Setelah dilakukan komunikasi secara intensif, Terpidana akhirnya bersedia menyerahkan diri dan Tim Tabur Kejaksaan Agung segera menjemput Terpidana sekitar pukul 15.30 WIB," kata Ketut.

Setelah menyerahkan diri, Handoko diperiksa hingga dieksekusi ke Lapas Kelas II-A Salemba untuk menjalani pidana.

Diketahui, Handoko Lie merupakan terpidana dalam perkara mafia tanah yang melibatkan Pj Wali Kota Medan, yang menyerobot lahan milik PT Kereta Api Indonesia (persero) sebanyak 2 blok di Jalan Jawa, Gang Buntu, Medan.

Lahan tersebut kemudian digunakan oleh Handoko Lie untuk membangun properti berupa apartemen, mal, serta rumah sakit. Akibat perbuatannya tersebut, negara dirugikan kurang lebih sebesar Rp 187 miliar.

Handoko dieksekusi berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor: 1437 K/ Pid.sus/2016, yang menjatuhkan pidana penjara selama 10 tahun dan denda Rp 1 miliar, serta membayar uang pengganti sejumlah Rp 187.815.741.000.



Simak Video "Gelar Open House, Antrean Online Balai Yasa Manggarai Membeludak"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)