Komnas PA Minta Kasus Kepsek Perkosa Siswi di Medan Diinvestigasi

Komnas PA Minta Kasus Kepsek Perkosa Siswi di Medan Diinvestigasi

Goklas Wisely - detikSumut
Kamis, 08 Sep 2022 13:43 WIB
Ketua Komnas Pa Arist Merdeka Sirait
Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait (Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Medan -

Seorang wanita di Medan mengadukan nasib putrinya yang diperkosa oleh kepala sekolah dan tukang sapu ke Hotman Paris Hutapea. Komnas Perlindungan Anak (PA) meminta kasus itu diinvestigasi.

"Baru beberapa hari yang lalu ada sebuah kasus yang harus diinvestigasi dengan baik. Di mana ada laporan seorang anak mengalami kekerasan seksual diduga dilakukan oleh kepala sekolah dan lainnya," kata Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait pada sebuah acara di Medan, Kamis (8/9/2022).

Acara itu turut dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga dan Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simanjuntak


"Informasi itu perlu diinvestigasi, dan itulah kerja Komnas Perlindungan Anak dan Polda Sumut difasilitasi oleh Ditreskrimum yang bekerja keras untuk sungguh-sungguh menampilkan persoalan itu nyata adanya," tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, pengacara kondang Hotman Paris menerima aduan dari masyarakat. Kali ini adalah aduan dugaan pemerkosaan yang dialami seorang siswi di Medan.

Dalam instagramnya seperti detikSumut dilihat Rabu (7/9/2022), Hotman mengatakan dirinya kedatangan seorang ibu yang membawa anaknya yang diduga menjadi korban pemerkosaan. Dijelaskan Hotman, jika anak itu diperkosa oleh pimpinan sekolah hingga tukang sapu.

"Ada satu kasus mengharukan, ini lah anak kecil, cewek umur 10 tahun yang diduga diperkosa oleh berbagai orang. Oleh oknum pimpin sekolah, pimpinan administrasi bahkan tukang sapu dari sekolah tersebut ikut diduga memperkosa anak kecil ini," kata Hotman.

Hotman kemudian menanyakan kepada ibu dari korban. Wanita berinisial I itu pun menceritakan soal anaknya yang diperkosa oleh beberapa orang di gudang sekolah.

"Anak saya dibawa ke gudang, awalnya anak saya dikasih serbuk putih sama tukang sapu. Setelah habis, mulutnya dilakban, kakinya diikat, setelah itu digendong dibawa ke gudang," tutur I kepada Hotman.

I kemudian mengatakan jika di dalam gudang itu sudah ada kepala sekolah yang menunggu. Kemudian dijelaskan I jika anaknya diperkosa secara bergiliran oleh kepala sekolah dan tukang sapu sekolah.

"Pimpinan masuk dan terjadi lah pelecehan. Iya (diperkosa bergantian)," sebut I.

Kasus ini disebut sudah dilaporkan ke Polrestabes Medan dan sudah ditarik ke Polda Sumut. Hotman Paris mengatakan laporan pemerkosaan ini bernomor 1769 tanggal 10 September 2021.

"Bapak Kapolda Sumatera Utara tolong segera kasus ini mendapat perhatian," sebut Hotman Paris.



Simak Video "Ketum Komnas PA Sebut Tindakan Eksploitasi Anak Bisa Dilaporkan"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)