Lampung

Eks Ketua Khilafatul Muslimin Hina Jokowi Diserahkan ke Jaksa

Tommy Saputra - detikSumut
Kamis, 18 Agu 2022 18:09 WIB
Tersangka penghina Jokowi dilimpahkan ke Jaksa.
Tersangka penghina Jokowi dilimpahkan ke Jaksa. (Foto: Istimewa)
Bandar Lampung -

Tersangka penghina Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang merupakan mantan Ketua Khilafatul Muslimin Kota Bandar Lampung, Abu Bakar alias AB dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandar Lampung. Pelimpahan tersangka dan berkasnya dilakukan di Mapolda Lampung, hari ini.

Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Lampung, AKBP Rahmad Hidayat mengatakan barang bukti dan tersangka dilimpahkan setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan berkas perkara kasus itu telah lengkap atau P21.

"Kami telah melakukan proses penyelidikan, penyidik dan penetapan tersangka CH alias AB dan oleh JPU Perkara tersebut dinyatakan lengkap dan P21 sudah diterima oleh penyidik dan selanjutnya dilimpahkan utk tahap 2 penyerahan tersangka dan barang bukti oleh penyidik," katanya, Kamis (18/8/2022).


Dalam kasus tersebut, Abu Bakar ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga menyiarkan berita bohong yang bertentangan dengan Undang-undang dasar dan dengan sengaja menerbitkan kepada masyarakat.

Dia menjelaskan, penyampaian informasi bohong tersebut, tidak hanya di tengah-tengah masyarakat saja, tapi beredar juga video Abu Bakar menyebutkan pemerintah anti Islam dan berita di media. Selain itu, dia juga diduga menyebarkan hoaks pimpinan Khilafatul Muslimim AQHB ditangkap saat sedang Salat Subuh.

Akibat perbuatannya, tersangka bakal dijerat dengan Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) dan atau pasal 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana atau pasal 28 ayat (2) jo pasal 45 huruf A ayat (2) undang-undang Republik Indonesia nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun penjara," jelasnya.

Sementara, saat dimintai keterangannya, Abu Bakar menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada seluruh masyarakat, terkhusus Presiden RI Joko Widodo.

"Sekali lagi saya mohon maaf sebesar-besarnya. Terkhusus untuk Bapak Jokowi, karena ucapan itu tidak ada unsur kesengajaan," ujarnya.

Abu Bakar berdalih ucapan terlontar dari mulutnya semata luapan emosional pribadi, lantaran tidak terima sang Kholifah, Abdul Qodir Hasan Baraja (AQJ) ditangkap petugas Ditreskrimun Polda Metro Jaya di Kantor Pusat Khilafatul Muslimin, Kota Bandar Lampung.

Dia juga mengakui, sudah berlebihan menyebarluaskan kabar atau informasi bahwa Abdul Qodir Hasan Baraja ditangkap aparat penegak hukum saat melaksanakan ibadah salat subuh.

"Pada saat itu saya tidak sadar dalam keadaan emosi, karena kholifah saya ditangkap itu saja. Tidak ada unsur yang saya sengaja sama sekali," ucap dia.



Simak Video "Ikrar Setia NKRI, Khilafatul Muslimin Majalengka Resmi Bubar!"
[Gambas:Video 20detik]
(dpw/dpw)