Sumatera Selatan

Pembunuh Sadis Pasutri Lansia di Sumsel Dituntut Penjara Seumur Hidup

Prima Syahbana - detikSumut
Kamis, 18 Agu 2022 16:06 WIB
Jenazah korban saat akan di evakuasi. (Foto: dok. Istimewa)
Jenazah pasutri lansia di PALI, Sumsel saat akan dievakuasi. (Foto: dok. Istimewa)
Penukal Abab Lematang Ilir -

Diding Aprianto (27), pembunuh sadis pasutri lansia, Marsidi (80) dan Sumini (65) yang tewas bersimbah darah di dalam rumah mereka di Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, dituntut hukuman penjara seumur hidup. Jaksa mengatakan, sidang vonis terhadap terdakwa kasus pembunuhan berencana itu, diagendakan akan digelar pekan depan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) PALI menuntut Diding dengan hukuman kurungan penjara seumur hidup. Tuntutan itu disampaikan dalam sidang agenda tuntutan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Muara Enim beberapa waktu lalu.

"Kita sudah menuntut (hukuman penjara) seumur hidup terdakwa atas nama Diding," ungkap Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari PALI, Dwi Pranoto kepada detikSumut, Kamis (18/8/2022).


Menurut Dwi, terkait tuntutan pihaknya tersebut vonisnya akan dibacakan majelis hakim dalam sidang putusan yang rencananya bakan digelar Kamis (25/8), pekan depan.

"Tinggal menunggu putusan diagendakan sidang Kamis depan," jelas Dwi.

Diketahui, Diding yang sebelumnya sudah ditetapkan polisi jadi tersangka disebut melakukan pembunuhan sadis terhadap kedua korban. Hal yang sudah ia rencanakan itu dipicu sakit hati karena dia tak terima dihina saat mencuri buah rambutan milik korban.

"Setelah kita tangkap, tersangka ini mengakui jika pembunuhan sadis itu sebelumnya memang sudah dia rencanakan. Tersangka ini tetangga korban, dia pelaku tunggal dan mengaku sakit hati dihina korban," kata Kapolres PALI, AKBP Rizal Agus Triyadi ketika dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (6/12/2021) lalu.

Agus mengatakan, pelaku Diding Aprianto (27) ditangkap pihaknya di kawasan Desa Madu Kincing, Penukal Utara saat hendak kabur menuju Sekayu, Musi Banyuasin, Rabu (5/12) malam. Dia terpaksa ditembak di bagian kaki karena mencoba kabur dan melawan saat akan ditangkap.

Awal kejadian, warga PALI kala itu digegerkan penemuan mayat pasangan suami istri (pasutri) lanjut usia (lansia) bernama Marsidi (80) dan Sumini (65), dengan kondisi bersimbah darah. Keduanya ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumahnya.

"Iya betul, dugaan sementara seperti itu kejadiannya (korban pembunuhan, red). (Korban, red) satunya umur 80-an, satunya umur 60-an," kata Kapolres PALI AKBP Rizal Agus Triyadi saat dimintai konfirmasi detikcom, Minggu (2/1).

Peristiwa nahas itu, kata dia, diduga terjadi Minggu (2/1) dini hari di kediaman korban, di Kelurahan Talang Ubi Barat, Kecamatan Talang Ubi, PALI. Kedua korban ditemukan pagi harinya dengan kondisi sudah terbujur kaku.

Warga sekitar menyebut pasutri itu ditemukan oleh anaknya bernama Alamsyah, Minggu (2/1) pagi. Korban yang diketahui tinggal bertiga bersama cucunya ditemukan dalam kondisi tewas dengan sekujur tubuh bersimbah darah penuh bekas bacokan senjata tajam.



Simak Video "Pembunuhan Sadis Warga di Papua Diduga Libatkan 6 Prajurit TNI"
[Gambas:Video 20detik]
(dpw/dpw)