Aceh

530 Anggota Jemaah Islamiyah Aceh Tamiang Ikrar Setia ke NKRI

Agus Setyadi - detikSumut
Kamis, 11 Agu 2022 15:10 WIB
cropped hand of person holding Indonesia Flag in the city scape
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/rudi_suardi)
Aceh Tamiang -

Sebanyak 530 anggota jaringan Jemaah Islamiyah (JI) di Aceh Tamiang mengucapkan ikrar setia ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Anggota JI itu terdiri dari masyarakat umum, santri dan guru pesantren.

Kegiatan pelepasan baiat dan ikrar setia ke NKRI anggota JI digelar di ruang sidang utama DPR Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (11/8/2022).

Kepala Badan Kesbangpol Aceh Tamiang, Agusliayana Devita, mengatakan, ikrar setia ke NKRI itu diikuti 530 anggota jaringan JI dari tiga kecamatan di Aceh Tamiang. Jumlah anggota tersebut diketahui setelah Kesbangpol dan tim gabungan turun tangan melakukan inventarisir pasca penangkapan sejumlah terduga teroris di daerah tersebut.


"Pasca penangkapan itu kita melakukan inventarisir terhadap jaringan atau orang-orang yang terindikasi terpapar. Dapatlah data 530 orang termasuk dari dua pesantren. Jadi hasil inventarisir itu kita lakukan kegiatan pelepasan baiat," kata Devi kepada detikSumut.

Dia mengatakan, terduga teroris yang ditangkap di Aceh Tamiang merupakan guru ngaji di pesantren. Mereka yang mengucapkan ikrar setia ke NKRI adalah masyarakat yang pernah ikut pengajian pada terduga teroris tersebut serta santri di pesantren itu.

Jumlah santri dari dua pesantren yang melepas baiat sekitar 100 orang dan selebihnya masyarakat umum. Mereka yang melepas baiat itu dari berbagai usai termasuk santri kelas 3 sekolah menengah atas (SMA).

"Ada santri kelas 3 ini kita ikut sertakan karena kalas 3 kita anggap sudah 17 tahun ke atas. Santri kelas 3 dari 2 pesantren itu kita ikutkan. Jadi santri, dan guru-guru pesantren itu semuanya wajib kita ikutkan," jelas Devi.

Menurutnya, 530 orang tersebut melepas baiat setelah tim gabungan beberapa kali turun tangan melakukan sosialisasi. Mereka diimbau dan diajak untuk setia ke NKRI dan akhirnya bersedia.

"Mereka semua dari JI, karena yang ditangkap kemarin jaringan JI," ujar Devi.

Berdasarkan data dari Densus 88, jaringan JI mulai terdeteksi di Aceh Tamiang pada 2003 silam. Jaringan ini masuk melalui program dakwah dan di pesantren-presantren. Setelah itu, jaringan ini disebut melakukan perekrutan hingga saat ini.

Sebelumnya, Densus 88 Anti Teror menangkap 15 terduga teroris jaringan Jemaah Islamiyah (JI) dan Anshorut Daulah (AD) di sejumlah daerah di Aceh. Ada 10 orang yang diciduk di Aceh Tamiang dari jaringan JI.

"Jumlah seluruhnya teroris yang telah ditangkap adalah 15 orang, yaitu 13 orang kelompok JI dan dua orang kelompok AD," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy kepada wartawan, Kamis (4/8/2022).

10 terduga teroris diciduk di Aceh Tamiang yakni DN (JI), SY (JI), JU (JI), RS (JI), FE (JI), ES (JI), RU (JI), MU alias AL (JI), A alias S alias E (JI), dan ISA (JI).

Menurut Winardy, salah satu terduga teroris yang ditangkap berinisial ISA diduga koordinator teroris wilayah Aceh. ISA juga disebut punya peran penting dalam jaringan JI.

"Teroris (ISA) yang ditangkap ini merupakan koordinator dan memiliki peran penting dalam struktur JI," ujarnya.

ISA ditangkap di Kantor Desa Sidodadi, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (3/8) kemarin. Usai ditangkap, dia dibawa ke Polda Sumatera Utara untuk dilakukan pemeriksaan.

"ISA juga menjabat sebagai Ketua Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Sumbagut Wilayah Aceh Tamiang sejak 2010 sampai sekarang," jelas Winardy.

"Dia pernah mengikuti Turba FKPP Sumatera Utara-Aceh yang disamarkan dengan pelatihan guru pesantren di Villa Gundaling, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara, pada tahun 2010-2011," lanjut Winardy.



Simak Video "Polisi Amankan 2 Terduga Teroris Terafiliasi JI di Sumut"
[Gambas:Video 20detik]
(agse/dpw)