Pembunuh Siswa SD di Deli Serdang Dikenal Pendiam

Goklas Wisely - detikSumut
Rabu, 10 Agu 2022 14:59 WIB
Suasana di rumah duka siswa SD korban penikaman di dalam kelas.
Suasana di rumah duka siswa SD korban penikaman di dalam kelas. (Foto: Goklas Wisely/detikSumut)
Deli Serdang -

Rahmat (32), pembunuh bocah kelas VI SD berinisial SRB (10) di ruang kelas Yayasan Baiti Jannati, Deli Serdang masih diburu polisi. Dia dikenal masyarakat sebagai sosok yang pendiam.

"Kalau di masyarakat dia memang dikenal pendiam dan ada bilang dia gangguan jiwa. Apakah benar atau tidak, kita tidak tahu," kata Kepada Dusun 15 Desa Sei Semayang, Hakim Harahap, Rabu (10/8/2022).

Dia menduga, ada suatu yang terjadi dalam keluarga itu, sehingga Rahmat sampai nekat membunuh keponakannya sendiri itu di dalam kelas. Padahal korban dikenal sebagai anak yang baik dan penurut.


"Dari keluarga korban, sepertinya ada sesuatu yang terjadi di internal keluarga," ungkap Hakim.

Dia mengatakan Rahmat adalah orang yang kurang bergaul dengan masyarakat dan lebih ingin menyendiri. Sejauh ini pihaknya mengaku tidak mendapati ada tindakan menyimpang atau kriminal sebelum pembunuhan dilakukan.

Diakuinya dua bulan lalu, Rahmat sempat datang kerumahnya. Rahmat meminta ingin mengurus Kartu Keluarga sendiri. Padahal Rahmat belum menikah.

"Nah, itu saya agak heran juga," sebutnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang bocah kelas VI SD berinisial SRB (10) tewas ditikam pamannya sendiri di ruang kelas Yayasan Baiti Jannati di Jalan Murai, Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang. Aksi pembunuhan itu dilakukan saat korban belajar di dalam kelas.

Ketua Yayasan Baiti Jannati, Waluyo mengungkapkan, kejadian tersebut terjadi pagi tadi, Selasa (9/8/2022) sekitar pukul 07.30 WIB. Awalnya SRB mengikuti apel pagi bersama murid lainnya.

Selanjutnya SRB dan murid lainnya masuk ke kelas untuk membaca surat-surat pendek. Biasanya wali kelas mengajar dengan kondisi pintu terbuka. Akan tetapi kali ini pintu kelas ditutup.

"Tiba-tiba pelaku datang dan mendobrak pintu kelas. SRB langsung ditusuk pakai pisau di bagian jantung," kata Waluyo.

Guru dan siswa lain dalam kelas itu langsung menjerit histeris. Waluyo juga langsung menuju ruang kelas yang sudah gaduh itu.

Dia mendapati SRB sudah tergeletak berlumuran darah. Siswa malang itu kemudian dilarikan ke rumah sakit. Namun nyawanya tak tertolong saat masih di perjalanan.

"Kemungkinan SRB meninggal di jalan," sebutnya.

Diketahui, pelaku penikaman itu adalah Rahmat (32) yang merupakan paman korban. Menurut salah satu anggota keluarga, korban sering dikasari oleh pelaku.

"SRB pernah dicekik juga sama pelaku. Tidak tahu masalah apa. Padahal SRB rajin dan penurut," kata sepupu korban, Wanda.

Sementara pelaku, usai menikam korban langsung melarikan diri. Saat ini pihak kepolisian masih memburunya.



Simak Video "Sadis! Paman Bunuh Ponakan Saat Belajar di Kelas"
[Gambas:Video 20detik]
(dpw/dpw)