Riau

Riwayat Kasus Bupati Kuansing hingga Divonis 5 Tahun 7 Bulan Penjara

Raja Adil Siregar - detikSumut
Rabu, 27 Jul 2022 18:27 WIB
Bupati Kuansing nonatif, Andi Putra.
Bupati Kuansing nonaktif Andi Putra. (Foto: Raja Adil Siregar/detikSumut)
Pekanbaru -

Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) nonaktif, Riau Andi Putra divonis 5 tahun dan 7 bulan penjara atas suap perizinan kebun sawit. Bagaimana awal mula Andi ditangkap KPK?

Proses penanganan perkara Andi Putra bisa dibilang relatif singkat. Belum genap setahun, perkara suap yang diduga diterima Andi dari bos perkebunan sawit di sana sudah selesai. Andi Putra divonis 5 tahun 7 bulan dalam perkara itu.

Berikut riwayat penanganan kasus suap yang berujung OTT KPK terhadap Andi Putra:


18 Oktober 2021, Andi Putra Terjaring OTT KPK

Dihimpun detikSumut, Rabu (27/7/2022) Andi Putra awalnya berangkat dari Taluk Kuantan menuju Pekanbaru pada Senin (18/7/2021) lalu bersama ajudan hingga pengawal pribadi.

Politisi Golkar itu kemudian masuk dalam rentetan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan penyidik KPK di Kota Jalur. Andi yang diduga kabur saat dibuntuti tim penyidik KPK diamankan bersamaan tujuh orang lainnya.

"Informasi yang kami peroleh terkait ada dugaan korupsi penerimaan janji atau hadiah terkait perizinan perkebunan," ujar Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri setelah Andi Putra ditangkap KPK, 19 Oktober 2021 lalu.

Setelah pemeriksaan panjang di Mapolda Riau Andi Putra akhirnya diterbangkan ke Jakarta. Pada waktu bersamaan KPK juga mengumumkan penetapan tersangka Andi Putra.

Penetapan tersangka diumumkan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar. Selain Andi, General Manager PT Adimulia Agrolestari Sudarso juga jadi tersangka.

"Kita mengumumkan untuk dua orang tersangka, yang pertama AP, Bupati Kuantan Singingi untuk periode 2021-2026," kata Lili.

KPK menilai telah ada kesepakatan antara Andi Putra dan Sudarso terkait persetujuan perizinan kepala sawit. Persetujuan agar perkebunan milik perusahaan Sudarso itu dijadikan perkebunan kemitraan.

Pada kesempatan itu, Andi Putra disebut sudah menerima uang Rp 700 juta yang diberikan secara bertahap Rp 200 dan Rp 500 juta.

29 November 2021, Andi Putra Ajukan Praperadilan

Terkait penetapan tersangka, Andi Putra lalu mengajukan permohonan Praperadilan di PN Jakarta Selatan. Sidang awal dibuka 29 November 2021, namun sidang ditunda.

Setelah melalui proses persidangan oleh hakim tunggal, permohonan Andi Putra di PN Jakarta Selatan ditolak. Proses hukum Andi Putra pun lanjut ke persidangan.

"KPK apresiasi putusan hakim yang menolak permohonan praperadilan yang diajukan oleh tersangka AP. Putusan ini menegaskan proses penanganan perkara oleh KPK telah dilakukan sesuai dengan mekanisme ketentuan hukum yang berlaku," kata Ali Fikri, Senin (27/12/2022) lalu.



Simak Video "KPK OTT Bupati Kuansing, Diduga Terkait Suap Izin Perkebunan"
[Gambas:Video 20detik]