Sumatera Selatan

Tak Terima Ibunya Ditembak, Salman Khan Bunuh Ayah Tiri

Prima Syahbana - detikSumut
Rabu, 13 Jul 2022 12:42 WIB
Ilustrasi: pembunuhan, mayat, bunuh diri, garis polisi, police line
Ilustrasi pembunuhan. (Foto: Ilustrasi/Thinkstock)
Empat Lawang -

Seorang pemuda bernama Salman Khan (19) di Empat Lawang, Sumatera Selatan (Sumsel) nekat membunuh ayah tirinya. Aksi pembunuhan itu terjadi karena Salman tak terima ibunya ditembak dengan senapan angin oleh korban.

Usai membunuh dan menguburkan jasad ayah tirinya di kebun karet, Salman Khan sempat melarikan diri. Dia kemudian menyerahkan diri kepada polisi, beberapa hari berikutnya.

"Tersangka ini menyerahkan diri di Polsek di wilayah Bengkulu," kata Kapolsek Pendopo, Empat Lawang, AKP Gunawan, Rabu (13/7/2022).


Jasad korban Heriyanto (40) itu ditemukan terkubur di kebun karet Desa Bandar Agung, Pendopo, Empat Lawang. Sebelum ditemukan tewas, korban sempat bertengkar dengan istrinya di pondok kebun itu pada Jumat (8/7) siang lalu.

Korban kemudian mengambil senapan angin dan menembak istrinya. Salman Khan yang melihat ibunya ditembak, tak terima dan langsung menyerang korban dengan pisau. Dia menikam korban berulang kali di perut hingga ayah tirinya itu tewas.

Mendapati korban tewas, Salman Khan bersama ibu dan sepupunya kabur melarikan diri ke Bengkulu. Sebelum kabur, sekitar pukul 05.00 WIB pelaku menguburkan jasad korban di lokasi kebun karet.

"Jadi setelah itu, tersangka bersama ibu dan sepupunya ini kabur ke arah Bengkulu. Setelah empat hari dan mendapatkan informasi tersebut pelaku menyerahkan diri di Polsek Kota Padang, Bengkulu dan terungkaplah jasad korban yang terkubur itu," katanya.

Kepada polisi, Salman Khan mengaku tak terima ibunya kerap diperlakukan kasar oleh ayah tirinya. Ibunya kerap dianiaya, dipukul dan terakhir ditembak dengan senapan angin.

"Atas perbuatannya tersangka kini di tahan dan dijerat Pasal 338 KUHP ancaman hukuman 15 tahun penjara," jelas Kapolsek.



Simak Video "Jaksa Geledah Kantor Distan Sumsel, Usut Dugaan Korupsi Rp 1,3 T"
[Gambas:Video 20detik]
(dpw/dpw)