Polisi Periksa 9 Saksi Kasus Penemuan Mayat Siswi SMP di Langkat

Datuk Haris Molana - detikSumut
Senin, 27 Jun 2022 21:33 WIB
Ilustrasi: pembunuhan, mayat, bunuh diri, garis polisi, police line
Ilustrasi (Foto: Ilustrasi/Thinkstock)
Langkat -

Polisi terus menyelidiki kasus penemuan mayat siswi SMP yang diduga korban pemerkosaan dan pembunuhan di Kecamatan Sei Lepan, Langkat. Polisi pun telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap peristiwa itu.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengatakan petugas masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa temuan mayat itu. Sejauh ini, ada sembilan orang saksi yang diperiksa.

"Masih melakukan penyelidikan. Ada sembilan orang saksi yang sudah diperiksa," kata Hadi kepada detikSumut, Senin (27/6/2022).


Hadi belum merinci secara detail identitas sembilan saksi yang telah diperiksa.

Untuk diketahui, penemuan mayat siswi diduga korban pemerkosaan terjadi pada Selasa (21/6) kemari. Kasi Humas Polres Langkat AKP Joko Sumpeno mengatakan mayat itu ditemukan oleh pengembala ternak lembu Komplek Sanggar Pramuka PT. Pertamina Pangkalan Brandan, Desa Puraka II, Kecamatan Sei Lepan.

Saat ditemukan, hampir seluruh tubuh mayat sudah berbelatung. Kemudian, setelah dipastikan dengan ciri-ciri barang yang ada di tubuh korban oleh ibunya, identitas korban adalah A (14), pelajar SMP, warga Sei Lepan.

Menurut keterangan, pada Rabu (15/6) pagi korban berangkat ke sekolahnya untuk mengikuti ujian. Sejak saat itu, korban pun tidak pulang lagi ke rumah. Keluarga sempat melaporkan anaknya yang hilang dan memberitahukan di lini media sosial. Namun, korban malah ditemukan dalam kondisi sudah menjadi mayat.

Setelah ditemukan, mayat korban pun dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.

Tim Subdit III Jahtanras Polda Sumut bersama Polres Langkat menyelidiki soal mayat tersebut. Polisi menyebut bagian kepala dari mayat itu sudah rusak.

"Yang pasti kondisinya bawah tidak menggunakan pakaian, kemudian bagian kepala itu sudah rusak, kemudian penyidik sedang memfaktakan luka-luka atau mungkin apa penyebab kematian korban," sebut Dirkrimum Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja, Kamis (23/6).

Tatan mengaku pihaknya belum menemukan barang bukti senjata tajam atau senjata tumpul di lokasi. Namun, Tatan menegaskan akan bekerja ekstra untuk mengungkap kasus tersebut.

"Saat ini belum ditemukan (senjata tajam atau senjata tumpul). Yang pasti kita akan bekerja untuk mengungkap penemuan mayat tersebut," ucap Tatan.



Simak Video "Terkuak! Korban Tewas di Kerangkeng Bupati Langkat Lebih dari Satu"
[Gambas:Video 20detik]
(dhm/astj)