Pencuri Pecahkan Kaca Mobil di Cemara Asri Diamuk Massa

Goklas Wisely - detikSumut
Sabtu, 25 Jun 2022 20:02 WIB
Ilustrasi Pencurian Mobil
Foto: Ilustrasi oleh Edi Wahyono
Medan -

Seorang pria bernama Bona Sitorus babak belur dihajar massa. Bona tertangkap basah saat mengambil uang dengan cara memecahkan kaca mobil yang terparkir di Komplek Cemara Asri, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Aksi Bona mencuri itu terekam kamera CCTV, kemudian videonya viral di media sosial. Dilihat detikSumut Sabtu (25/6/2022), awalnya ada pria yang mengendarai mobil hitam memarkirkan kendaraanya. Kemudian pria tersebut bergegas keluar mobil dan berjalan ke suatu tempat.

Tak lama, mobil putih datang dan parkir tepat di sebelah kanan mobil hitam. Lalu, Bona keluar dari mobil putih dan mengarah ke mobil hitam, kemudian memecahkan kaca mobil tersebut.


Ternyata aksi itu diketahui warga dan pengemudi ojek online yang kebetulan melintas. Bona yang kepergok pun lari dengan rekan lainnya yang sudah menunggu dengan sepeda motor. Saat dilakukan pengejaran, mobil putih yang ditumpangi Bona pun beranjak pergi.

Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, Iptu Bambang menyebut peristiwa itu terjadi pada Kamis (23/6) kemarin. Dari komplotan itu, satu orang berhasil ditangkap warga dan kemudian dihajar hingga babak belur.

"Pria yang berhasil diamankan setelah diamuk massa bernama Bona Sitorus. Dia beraksi bersama dengan dua orang kawannya. Satu naik sepeda motor, satu bersamanya di mobil," ujar Bambang.

Menurut Bambang komplotan pencuri itu sudah mengikuti target yang baru saja keluar dari ATM untuk mengambil uang.

"Awalnya mereka memang sudah mengikuti korban saat mengambil yang di ATM di sekitar lokasi. Bona sempat diamuk massa. Tapi tidak sampai meninggal dunia. Makanya ini kita amankan di Polsek," katanya.

Dia menjelaskan Bona belum sempat mengambil barang yang ditujunya. Hanya saja, Bona sempat memecahkan kaca mobil target yang diincar.

"Jadi dia ini bukan maling, tapi mencoba mencuri karena tidak ada yang hilang. Cuma pecah kaca aja, barang belum ada yang hilang jadi LP belum ada dibuat," ungkapnya.

"Nominal yang mau diambil kata korban Rp 3 jutaan. Dia mengaku belum pernah dipenjara, tapi kami tidak percaya dengan omongan dia tetap kami lakukan penyelidikan," tutupnya.



Simak Video "Bantahan Soal BPKP Akan Audit 12 Ribu Sertifikat Fiktif di Sumut"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)