Polisi Minta Waktu Ungkap Pelaku Pelempar Bus Tewaskan Pemudik

Tim detikSumut - detikSumut
Minggu, 08 Mei 2022 20:30 WIB
Kondisi bus yang dilempar batu
Kondisi bus Sartika yang dilempar oleh OTK di Jalinsum Batubara. (Foto: Istimewa)
Medan -

Polisi terus memburu orang tak dikenal (OTK) yang melemparkan batu ke bus Sartika di Jalinsum Batubara, Sumatera Utara. Peristiwa itu membuat pemuda bernama Ahmad Alwi (20) meninggal dunia setelah terkena lemparan batu. Polisi juga meminta waktu untuk bisa mengungkap kasus tersebut.

"Kasi kesempatan sama kami untuk ungkap secara maksimal," ujar Kasi Humas Polres Batubara Iptu Ahmad Fahmi ketika dimintai konfirmasi, Minggu (8/5/2022).

Ahmad Fahmi menegaskan bahwa pihaknya saat ini tengah bekerja untuk mengungkap kasus pelemparan bus Sartika yang menewaskan pemudik asal Batubara.


"Tim masih terus berkerja baik penyelidik maupun penyidik untuk membuat terang kasus ini," katanya.

"Biar kami bekerja dulu ya, nanti bila lengkap kami akan release," tutupnya.

Upaya Polres Batubara mencari OTK yang melemparkan batu ke bus Sartika turut dibantu Polda Sumut.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi mengatakan saat ini petugas sedang melakukan penyelidikan terkait kasus pelemparan batu ke bus yang menewaskan pemudik di Batubara. Kata dia, personel Jatanras Polres Batubara dibantu Polda Sumut telah bergerak sejak mendapati laporan tersebut. Petugas mengecek lokasi lalu memeriksa beberapa orang saksi.

"Jatanras Polres dibackup Polda sudah bergerak dari sejak kita dapat laporan, beberapa saksi sudah kita minta keterangan," sebut Hadi.

Keluarga korban berharap pelaku pelemparan tersebut bisa segera tertangkap. Adik korban, Khairunnisa menceritakan detik-detik abangnya menjadi korban pelemparan batu saat berada di bus Sartika.

"Mamak sama abang ini mau ke Aceh naik bus duduk di bangku depan. Tiba-tiba dari arah depan ada yang melempar batu terkena abang saya," kata Khairunnisa, adik korban menceritakan mula kejadian tersebut kepada wartawan, Jumat (6/5/2022).

"Mamak sama abang ini duduk sebelahan di depan. Tapi yang kena itu abang," sambung dia.

Khairunnisa saat kejadian juga ikut berada di dalam bus. Namun dia duduk di bangku belakang penumpang setelah sopir.

Setelah pelemparan itu kata dia, abangnya mengalami luka serius di bagian kepala hingga tak sadarkan diri hingga akhirnya meninggal dunia.



Simak Video "30 Tahun 'Terdampar' di Sumut, Kakek Ini Akhirnya Bisa Pulang ke Jatim"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)