Mengenal Sashti, Hari Puasa dan Doa Umat Hindu

Mengenal Sashti, Hari Puasa dan Doa Umat Hindu

Siti Asyaroh - detikSumut
Minggu, 24 Mei 2026 08:30 WIB
Pelaksanaan sashti di Kuil Sree Soepramaniem Nagarattar
Foto: Pelaksanaan sashti di Kuil Sree Soepramaniem Nagarattar (Siti Asyaroh/detikSumut)
Medan -

Sashti menjadi salah satu ibadah penting bagi umat Hindu, salah satunya di Kuil Sree Soepramaniem Nagarattar. Ibadah ini dilakukan dua kali dalam sebulan untuk menyembah Dewa Murugan serta memanjatkan doa dan harapan.

Pendeta kuil, Sad Agustin Ganesha mengatakan Sashti dilaksanakan enam hari setelah bulan purnama dan enam hari setelah bulan mati. Umat biasanya menjalani puasa sesuai kemampuan masing-masing.

"Sashti itu dalam satu bulan ada dua kali. Enam hari setelah bulan purnama muncullah namanya sashti. Sashti itu hari keenam setelah purnama dan enam hari setelah bulan mati untuk menyembah dewa Murugan," ujarnya (21/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pelaksanaannya, akan dibacakan Kanda Sashti Kavasam untuk memohon perlindungan, rezeki, dan kehidupan yang baik. Doa tersebut dipercaya menjadi bentuk perlindungan bagi tubuh dan kehidupan manusia.

Selain doa bersama, ada juga ritual abishegam atau memandikan arca dewa menggunakan susu, madu, tepung beras, kunyit, kumkum, abu suci, dan air kelapa muda. Setiap bahan memiliki makna tersendiri.

ADVERTISEMENT

"Jadi susu itu lambang kesehatan. Jadi kita minta supaya semua umat yang hadir di sini sekalian alam semesta diberikan kesehatan. Madu itu manis, bagaimana hidup kita ini supaya manis dan bahagia," katanya.

Ia menjelaskan tepung beras melambangkan kesejahteraan, sementara kumkum (bubuk warna merah) menjadi simbol kekuatan dalam menghadapi kehidupan. Abu suci juga menjadi pengingat bahwa manusia tidak hidup selamanya di dunia.

Pelaksanaan Sashti biasanya berlangsung sekitar dua jam dan ditutup dengan makan malam bersama. Menu yang disajikan berupa makanan vegetarian karena kuil tidak menyediakan makanan berdaging.

Kata Agustin, setiap persembahan dalam tradisi Hindu memiliki simbol.

"Contoh, kenapa kadang ada sirih 3, pisang 2, pinang 1. Sirih 3 itu menyimbolkan Tuhan itu ada pencipta, pelebur, dan pemelihara (trimurti). Pisang 2, menyimbolkan antara badan kasar sama roh yang ada dalam badan kita. Pinang 1, menyimbolkan bahwa Tuhan itu satu," tutupnya.

Artikel ini ditulis Siti Asyaroh, Peserta Program Maganghub Kemnaker di detikcom.




(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads