Ikan mas arsik menjadi salah satu hidangan di kegiatan adat Batak Toba. Tidak hanya dikenal dengan rasanya, ikan mas arsik pada acara adat Batak Toba mengandung sarat makna mendalam.
Setiap penyajiannya memiliki filosofi tersendiri yang berkaitan dengan doa, harapan, dan perjalanan hidup manusia bagi Batak Toba. Dikutip dari Jurnal Ilmiah Pariwisata Imelda berjudul "Ikan Mas Arsik sebagai Makanan Upacara Adat Khas Batak Toba Sumatra Utara" oleh Irma Yohana Munthe dan Chairiza Azmi (2023), berikut makna ikan mas arsik dalam adat Batak Toba,
Makna Ikan Mas Arsik di Adat Batak Toba
Restu di Upacara Pernikahan
Dalam prosesi pernikahan adat Batak Toba, ikan mas arsik menjadi simbol doa dan restu bagi pasangan pengantin. Hidangan ini melambangkan harapan akan kesuburan, kehidupan rumah tangga yang harmonis, serta keberkahan dalam menjalani kehidupan baru.
Biasanya, ikan diberikan oleh pihak keluarga perempuan kepada pengantin sebagai bentuk kasih sayang dan restu orang tua. Pemilihan ikan yang besar, segar, dan terkadang sedang bertelur juga memiliki arti tersendiri, yakni harapan agar pasangan segera memperoleh keturunan.
Nasihat pada Acara 7 Bulanan
Ikan mas arsik juga hadir dalam tradisi tujuh bulanan sebagai simbol doa bagi calon ibu dan bayi. Dalam momen ini, keluarga memberikan ikan arsik disertai nasihat dan harapan agar ibu tetap sehat, tenang, serta proses persalinan berjalan lancar.
Prosesi ini mencerminkan perhatian dan dukungan keluarga terhadap keberlangsungan kehidupan yang akan lahir.
Ungkapan Kebahagiaan saat Bertambah Jumlah Keluarga
Dalam adat kelahiran, ikan mas arsik melambangkan bertambahnya anggota keluarga. Biasanya disajikan tiga ekor ikan yang memiliki makna simbolis sebagai ayah, ibu, dan anak yang baru lahir. Tradisi ini menjadi bentuk ungkapan kebahagiaan sekaligus doa agar keluarga tersebut diberkati dan kehidupan anak yang lahir berjalan baik ke depannya.
Simak Video "Video: Momen Nelayan Prigi Trenggalek Gelar Labuh Larung Sembonyo"
(astj/astj)