Suku Karo adalah salah satu suku yang mendiami dataran tinggi Sumatera Utara atau biasa juga disebut sebagai Tanah Karo. Suku Karo masih menjunjung tinggi adat istiadat, salah satu yang unik dari suku ini adalah upacara pernikahan adat yang panjang.
Pernikahan Adat suku Karo memakan proses yang panjang berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Dilansir dari laman Perpustakaan Digital Budaya Indonesia, terdapar 7 tahapan proses pernikahan adat suku Karo.
1. Sitandan ras Keluarga Pekepar
Tahapan pertama yaitu sitandan ras keluarga pekepar, di proses ini kedua keluarga dari kedua mempelai akan bertemu dan membuat rancangan tahap pernikahan selanjutnya seperti tanggal dan waktu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di momen ini orang tua dari calon pengantin akan menyampaikan saran dan masukan kepada Anak Beru masing-masing, selanjutnya Anak Beru akan berperan sebagai penghubung antar keluarga untuk membahas tahapan selanjutnya yaitu Mbaba Belo Selambar.
2. Mbaba Belo Selambar
Mbaba Belo Selambar dapat diartikan sebagai membawa selembar daun sirih. Tahap ini dapat dikatakan sebagai tahapan pertunangan dalam suku Karo. Pihak calon pengantin pria akan datang untuk meminang sang wanita.
Acara ini akan dilaksanakan di rumah Kalimbubu atau di jambur desa sesuai dengan kesepakatan kedua keluarga. Di tahap ini akan ditanya kesiapan calon mempelai wanita dan kesungguh-sungguhan calon mempelai pria.
3. Nganting Manuk
Setelah tahap Mbaba Belo Selambar, selanjutnya akan dibahas acara nganting manuk, kedua keluarga akan membahas detail pernikahan seperti mahar, tanggal pesta adat, tempat pelaksanaan pesta adat, dan lain sebagainya terkait pernikahan.
4. Kerja Adat
Tahapan paling sakral dalam pernikahan suku Karo adalah kerja adat atau biasa disebut pesta adat Karo. Di tahapan ini, seluruh keluarga dari masing-masing mempelai akan diundang atau biasa disebut sangkep nggeluh oleh masyarakat Karo.
Tahap ini seluruh keluarga akan berkumpul di sebuah jambur, kedua pengantin akan menari bersama, lalu dilanjut dengan pemberian amanah oleh masing-masing keluarga.
5. Persadan Tendi
Setelah itu akan dilakukan acara persada tendi, yang jika diterjemahkan berarti mempersatukan jiwa. Di dalam acara ini kedua pengantin akan diberikan makanan adat lengkap dengan lauknya dan dimakan dalam satu piring bersama. Tahapan ini memiliki makna memulihkan tenaga bagi kedua mempelai.
Baca juga: Mengenal Sistem Marga di Suku Karo |
6. Ngulihi Tudung
Setelah pelaksanaan pesta adat, kira-kira 2 sampai 4 hari akan dilaksanakan tahapan yang disebut dengan ngulihi tudung. Acara ini menjadi simbolis untuk menjemput pakaian pengantin perempuan ke rumah orang tuanya.
Acara ini dilakukan dengan orang tua dari pihak pria datang kembali ke rumah pihak perempuan dengan membawa makanan untuk dimakan bersama.
7. Ertaktak
Tahapan terakhir dari pernikahan suku Karo adalah ertaktak, di tahapan ini akan dibahas secara rinci total biaya seperti uang masuk dan pengeluaran dari seluruh pesta adat yang telah dilakukan.
Nah, itulah informasi mengenai 7 tahapan pernikahan dari suku Karo mulai dari sitandan ras keluarga pekepar, mbaba belo selambar, nganting manuk, kerja adat, persadan tendi, ngulihi tudung, dan ertaktak. Semoga bermanfaat!
Artikel ini ditulis oleh Eme Arapenta Tarigan, Peserta Program Maganghub Kemnaker di detikcom.
(afb/afb)











































