Di sebuah lembah yang dikelilingi perbukitan hijau di kawasan Tarutung, berdiri sebuah gereja sederhana yang menjadi saksi perjalanan sejarah panjang di Tanah Batak. Bangunan itu adalah Gereja Dame, salah satu gereja tertua yang berkaitan dengan awal penyebaran agama Kristen di wilayah tersebut.
Dari tempat inilah, pada abad ke-19, seorang misionaris asal Jerman, Ludwig Ingwer Nommensen, memulai langkah yang kelak tidak hanya membawa perubahan dalam bidang keagamaan, tetapi juga membentuk perkembangan pendidikan masyarakat Batak.
Perjalanan Nommensen di Tanah Batak tidaklah mudah. Ketika pertama kali tiba di kawasan lembah Silindung, ia menghadapi berbagai tantangan dan penolakan dari masyarakat setempat yang belum mengenal ajaran yang dibawanya. Namun melalui pendekatan yang perlahan serta hubungan yang dibangun dengan para pemimpin lokal, ia akhirnya memperoleh kesempatan untuk menetap di wilayah tersebut.
Menurut keterangan yang dipublikasikan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II melalui akun media sosial resminya, keberhasilan awal misi Nommensen berkaitan dengan kisah pengobatan terhadap istri seorang raja setempat.
"Setelah berhasil mengobati istri Raja Amandari Sabungan Lumban Tobing, Nommensen akhirnya memperoleh izin untuk tinggal dan melanjutkan misinya di wilayah Silindung," tulis Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II dalam unggahannya mengenai sejarah Gereja Dame.
Dari situlah sebuah perkampungan berkembang di kawasan tersebut yang kemudian dikenal dengan nama Huta Dame. Dalam bahasa Batak, nama itu berarti "kampung yang damai". Kampung ini menjadi pusat awal kegiatan misi sekaligus tempat berdirinya gereja pertama yang didirikan oleh Nommensen di Tanah Batak.
Masih menurut keterangan yang dipublikasikan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II, pembangunan gereja pertama di kawasan tersebut dimulai pada 20 Mei 1864.
"Ibadah pertama di Gereja Dame dilaksanakan pada 29 Mei 1864, yang kemudian dianggap sebagai tonggak awal berdirinya gereja tersebut," tulis lembaga tersebut dalam dokumentasinya.
Simak Video "Belajar Membuat Lemang Tradisional di Tapanuli Tengah"
(afb/afb)