Keunikan Garista, Rumah Adat Karo dan Nilai Filosofinya

Keunikan Garista, Rumah Adat Karo dan Nilai Filosofinya

Olivia Andrea - detikSumut
Sabtu, 28 Feb 2026 07:00 WIB
Garista rumah adat Karo di Medan (Olivia Andrea/detikSumut)
Foto: Garista rumah adat Karo di Medan (Olivia Andrea/detikSumut)
Medan -

Sebuah peninggalan budaya yang menjadi representasi identitas masyarakat Batak Karo, yaitu Rumah Adat Karo Garista. Bangunan tradisional ini tidak sekadar menampilkan keindahan arsitektur khas Karo, tetapi juga menyimpan nilai sejarah, filosofi kehidupan, serta kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Rumah Adat Karo Garista berlokasi di Jalan Bunga Herba 5 Ujung No. 89, Simpang Selayang, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, Sumatera Utara. Tempat ini menjadi destinasi wisata edukasi budaya yang menghadirkan rumah adat Karo dan terbuka untuk umum setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 18.00 WIB. Garista dikenal sebagai satu-satunya rumah adat Karo tipe Siwaluh Jabu yang masih dapat dijumpai di Kota Medan.

Pengurus Garista, Marde, menjelaskan bahwa bangunan tersebut berasal dari Desa Pernantin, Kecamatan Juhar, Kabupaten Karo, sebelum akhirnya dipindahkan dan dibangun kembali di Kota Medan sebagai pusat pelestarian budaya sekaligus objek wisata sejarah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rumah adat ini awalnya berdiri di Tanah Karo pada tahun 1893. Karena sudah lama tidak dihuni dan mengalami kerusakan, bangunan kemudian dipindahkan ke Medan pada tahun 2018 hingga 2019 agar dapat dilestarikan serta dimanfaatkan sebagai sarana edukasi budaya," ujar Pengurus Garista Medan, Marde, Jumat (27/2/2026).

Ia menambahkan, Garista merupakan rumah Siwaluh Jabu, yakni rumah komunal tradisional yang dahulu ditempati oleh delapan keluarga dalam satu bangunan besar. Konsep tersebut mencerminkan sistem sosial masyarakat Karo yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan hubungan kekeluargaan.

ADVERTISEMENT

"Setiap bagian rumah memiliki fungsi adat tertentu dan menggambarkan eratnya hubungan sosial antar penghuni. Keunikan lain dari rumah adat ini terlihat pada teknik pembangunannya yang tidak menggunakan paku pada struktur utama. Seluruh sambungan kayu dibuat menggunakan pasak, bambu, serta ikatan ijuk, metode tradisional yang terbukti mampu menjaga kekuatan bangunan bahkan terhadap guncangan," tambah Marde.

Selain itu, desain Siwaluh Jabu dilengkapi empat dapur yang digunakan bersama oleh seluruh penghuni. Sistem tersebut menjadi simbol gotong royong, kesetaraan, serta solidaritas sosial yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Karo.

Saat ini, Rumah Adat Karo Garista tidak hanya berfungsi sebagai destinasi wisata, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran budaya. Banyak pelajar, mahasiswa, hingga peneliti datang untuk mempelajari arsitektur tradisional serta nilai sosial budaya masyarakat Karo secara langsung.

Para pengunjung dapat menyaksikan ukiran kayu khas Karo, struktur rumah panggung tradisional, hingga suasana budaya yang menghadirkan nuansa Tanah Karo di tengah Kota Medan.

Rumah Adat Karo Garista kini berdiri sebagai bukti bahwa warisan budaya tetap memiliki relevansi dan nilai penting sebagai sumber pengetahuan bagi generasi masa kini maupun generasi mendatang.

Artikel ditulis Olivia Andrea, peserta maganghub Kemnaker di detikcom

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: 2 Jam di Museum Nasional, Bisa Lihat Apa Aja Ya?"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads