Setiap peringatan Tahun Baru Imlek, Tjong A Fie Mansion selalu menjadi magnet wisata budaya yang menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara. Bangunan bersejarah peninggalan saudagar ternama Tjong A Fie tersebut menghadirkan nuansa budaya Tionghoa yang begitu kuat, sekaligus menyuguhkan wisata edukasi yang cocok bagi keluarga dan kalangan pelajar.
Rumah megah yang telah berdiri lebih dari satu abad ini dibangun pada 1895 dan kini difungsikan sebagai museum heritage. Gedung dua lantai dengan 35 ruangan tersebut menampilkan perpaduan arsitektur Tionghoa, Melayu, dan Eropa. Di dalamnya tersimpan beragam artefak bersejarah yang menggambarkan perjalanan hidup serta peran besar Tjong A Fie dalam pembangunan Kota Medan.
Riwayat Tjong A Fie sendiri lekat dengan semangat multikulturalisme dan toleransi. Ia dikenal sebagai dermawan sekaligus tokoh masyarakat yang turut berkontribusi dalam pembangunan berbagai fasilitas umum di Medan, mulai dari rumah ibadah hingga sarana sosial lainnya. Nilai kebersamaan dan keberagaman itu tercermin dalam cerita-cerita yang disampaikan kepada pengunjung selama tur museum berlangsung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak hanya memamerkan koleksi sejarah, kami juga menyampaikan kisah kontribusi budaya Tionghoa di Medan. Perayaan Imlek di sini bukan sekadar hiasan, melainkan bentuk refleksi budaya serta perjalanan hidup Tjong A Fie yang inspiratif," ujar pemandu wisata, Alvin Sipayung, Senin (16/2/2026).
Pada perayaan Imlek tahun ini, mansion tersebut tak hanya menjadi destinasi wisata sejarah, tetapi juga pusat kunjungan wisata budaya. Sejumlah pengunjung menilai dekorasi khas Imlek menjadi daya tarik tersendiri, dengan dominasi lampion, ornamen tradisional, serta pameran kisah sejarah Tjong A Fie dalam konteks perkembangan budaya Tionghoa di Medan.
"Selama Imlek, suasana di mansion ini terasa semakin semarak. Warna corak merah yang mendominasi serta cerita tentang perjalanan Tjong A Fie membuat nuansanya sangat khas dan sarat makna," ungkap salah seorang pengunjung, Lisa Mei.
Pengunjung tidak hanya diajak mengamati bangunan dan koleksi benda bersejarah, tetapi juga mengikuti tur terpandu yang sarat informasi. Tur biasanya diawali dengan penjelasan mengenai arsitektur bangunan, filosofi feng shui yang diterapkan, hingga perjalanan hidup Tjong A Fie sebagai bagian penting dari sejarah Kota Medan.
"Jam operasional mansion dimulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB setiap hari selama musim kunjungan. Pengunjung juga dapat memilih tur dalam bahasa Indonesia maupun Inggris," tambah pemandu wisata,Alvin Sipayung.
(afb/afb)











































