Beda dengan Cap Go Meh, Ini Makna Sa Cap Meh Jelang Imlek

Beda dengan Cap Go Meh, Ini Makna Sa Cap Meh Jelang Imlek

Laila Syakira - detikSumut
Selasa, 10 Feb 2026 12:00 WIB
Beda dengan Cap Go Meh, Ini Makna Sa Cap Meh Jelang Imlek
Foto: Ilustrasi. (iStock)
Medan -

Sa Cap Meh menjadi salah satu rangkaian penting dalam perayaan Tahun Baru Imlek yang kerap luput dari perhatian publik. Berbeda dengan Cap Go Meh yang lebih dikenal masyarakat dan dirayakan pada hari ke-15 setelah Imlek, Sa Cap Meh justru berlangsung pada malam sebelum Tahun Baru Imlek dan memiliki makna spiritual yang kuat bagi umat Tionghoa.

Tradisi Sa Cap Meh tidak hanya dijalankan dalam lingkup keluarga, tetapi juga diwujudkan melalui rangkaian ibadah di vihara. Salah satunya di Vihara Setia Budha Kota Binjai, sebagai penanda penutupan tahun lama dan penyambutan tahun yang baru.

"Sa Cap Meh itu malam sebelum Tahun Baru Imlek, beda dengan Cap Go Meh yang jatuh di hari ke-15. Di sini biasanya diisi dengan sembahyang menjelang pergantian tahun. Karena di vihara ini ada tempat penitipan abu jenazah, Sa Cap Meh juga menjadi waktu untuk sembahyang kepada para leluhur yang sudah wafat," ujar pengurus Vihara Setia Budha Binjai, Irma, Senin (9/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemaknaan tersebut sejalan dengan hasil penelitian yang dimuat dalam Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Lambung Mangkurat berjudul "Cultural Acculturation of China: Ethnographic Study in Banjarmasin". Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa Sa Cap Meh merujuk pada malam ke-30 bulan ke-12 dalam penanggalan Tionghoa, yang dimaknai sebagai fase persiapan menjelang pergantian Tahun Baru Imlek.

ADVERTISEMENT

Pada masa ini, masyarakat Tionghoa melakukan pembersihan rumah dan tempat ibadah, menyiapkan perlengkapan sembahyang, serta memenuhi berbagai kebutuhan perayaan sebagai bentuk kesiapan fisik dan spiritual.

Selain menjadi momen persiapan, Sa Cap Meh juga dimaknai sebagai waktu kebersamaan keluarga. Pada malam tersebut, seluruh anggota keluarga berkumpul untuk makan malam bersama dan begadang hingga larut malam guna menyambut datangnya tahun yang baru.

Nilai kebersamaan dan penghormatan kepada leluhur menjadi bagian yang tak terpisahkan dari rangkaian perayaan ini.

Dengan demikian, Sa Cap Meh tidak sekadar menjadi penanda waktu sebelum Imlek, tetapi juga sarat makna religius dan kultural. Praktik yang dijalankan di vihara maupun dalam kehidupan keluarga menunjukkan bahwa Sa Cap Meh berfungsi sebagai ruang refleksi dan penyucian diri sebelum memasuki Tahun Baru Imlek.

Artikel ini ditulis oleh Laila Syakira peserta program Maganghub Kemnaker di detikcom.




(mjy/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads