Di tengah sejuknya kawasan Danau Toba, berdiri sebuah patung kayu berukuran menyerupai manusia yang hingga kini menyimpan misteri mendalam. Sigale-gale, ikon budaya masyarakat Batak Toba, dipercaya bukan sekadar patung pertunjukan, melainkan memiliki keterkaitan spiritual dengan roh leluhur.
Sigale-gale dikenal sebagai patung kayu yang dapat menari mengikuti iringan musik gondang. Gerakannya yang lentur dan ekspresif kerap membuat banyak orang bertanya-tanya. Secara turun-temurun, masyarakat Batak Toba meyakini bahwa Sigale-gale dahulu dapat bergerak sendiri karena dimasuki roh leluhur, khususnya dalam ritual adat kematian.
Menurut cerita rakyat, Sigale-gale diciptakan oleh seorang raja Batak Toba yang kehilangan putra kesayangannya. Untuk mengobati duka mendalam, sang raja memerintahkan pemahat membuat patung yang menyerupai anaknya. Dalam upacara adat, boneka tersebut dihidupkan melalui ritual khusus dan diyakini menjadi wadah sementara roh leluhur agar sang raja dapat melepaskan kesedihannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sigale-gale bukan sekadar hiburan. Dalam kepercayaan lama, patung ini menjadi simbol penghubung antara dunia manusia dan roh nenek moyang," ujar tokoh adat, Mangihut Simbolon, Kamis (8/1/2026).
Mangihut mengatakan, seiring perkembangan zaman, pertunjukan Sigale-gale kini lebih banyak ditampilkan sebagai atraksi budaya dan pariwisata. Gerakan patung dikendalikan dengan sistem tali dan penggerak sederhana oleh manusia di balik panggung. Meski begitu, aura mistis sigale-gale masih kuat terasa, terutama bagi masyarakat yang memahami nilai sakralnya.
"Kepercayaan tentang roh leluhur dalam Sigale-gale mencerminkan pandangan hidup orang Batak Toba yang sangat menghormati arwah nenek moyang. Hal tersebut adalah simbol kasih, duka, dan penghormatan terhadap garis keturunan," tutupnya.
Hingga kini, Sigale-gale tetap menjadi warisan budaya yang memikat, memadukan seni, adat, dan kepercayaan spiritual. Di balik gerak tari kayunya, tersimpan kisah tentang kehilangan, cinta orang tua, serta keyakinan masyarakat Batak Toba akan kehadiran roh leluhur yang tak pernah benar-benar pergi.
(nkm/nkm)











































