Mengenal Batik Basurek, Busana Khas Bengkulu

Bengkulu

Mengenal Batik Basurek, Busana Khas Bengkulu

Hery Supandi - detikSumut
Minggu, 25 Sep 2022 11:00 WIB
Perajin sedang membuat batik besurek
Foto: Perajin sedang membuat batik besurek (Hery Supandi/detikSumut)
Bengkulu -

Berbagai jenis batik ada di Indonesia, seperti halnya di Bengkulu yang memiliki batik kain basurek. Batik ini memiliki tulisan kaligrafi Arab gundul.

Karena keunikannya, batik ini dinamakan basurek atau bersurat, bahkan saat ini batik basurek telah memiliki mode kekinian yang juga bisa dipakai saat santai dan ke mal.

Batik basurek ini pada zaman penjajahan dulu dibawa pedagang asal India ke Bengkulu. Seiring perkembangan zaman, batik basurek ini telah menjadi pakaian khas Bengkulu, dan telah menjadi pakaian baju resmi pemerintah Bengkulu, baik provinsi ataupun kota dan kabupaten menggunakan baju batik basurek sebagai pakaian wajib saat bertugas.


Trisna Anggraini, salah soerang perajin batik basurek mengatakan, batik basurek berasal dari kata bersurat, karena ada tulisan kaligrafi arab gundul. Setiap daerah di Bengkulu memiliki ciri masing-masing daerah, ada yang ditambah motif hewan atau tanaman khas daerah.

"Kalau di daerah lain dikenal dengan batik, kalau di Bengkulu dinamakan kain basurek yang merupakan batik tulis, kenapa dikatakan basurek karena menggunakan kaligrafi," kata Trisna, Sabtu (24/9/2022).

Disinggung proses berapa lama pembuatan batik basurek, Trisna mengatakan tidak dapat dipastikan secara jelas. Sebab, kata dia, pembuatan batik basurek dengan cara canting tulis tersebut cukup menyita waktu lama, kisaran 5 hari bahkan 3 bulan untuk di atas bahan 2 meter kali 2,5 meter.

Dijelaskannya, sebelum decanting, bahan terlebih dahulu dibuat motif sesuai pesanan, setelah dimotif barulah ditulis menggunakan canting.

"Sebelum dicanting, terlebih dahulu dilakukan pembuatan motif, nah pembuatan motif ini tergantung bentuk motifnya bila susah maka akan makan waktu dalam pengerjaannya," jelas Trisna.

Trisna menjelaskan, pembuatan batik basurek ini menggunakan berbagai bahan, mulai dari bahan katun Jepang, rayon, sutra, kantun dobi, prima halus, serta bahan lainnya. Untuk harga jual dari batik basurek tersebut juga bervariasi, mulai dari Rp 200 ribu, Rp1,5 juta hingga Rp3 juta untuk satu pakaian sudah jadi atau telah dijahit baik lengan pendek maupun lengan panjang.

"Batik basurek merupakan batik khas bengkulu yaitu batik tulis, kenapa dikatakan basurek karena sama dengan bersurat, yang membedakan batik ini karena ada kaligrafi di dalamnya. Karena perkembangan zaman, batik basurek telah dimodifikasi tidak hanya digunakan pada saat acara resmi, tapi bisa dijadikan pakaian sehari hari," ungkap Trisna.



Simak Video "Selamat! Ashanty Jadi Duta Provinsi Bengkulu"
[Gambas:Video 20detik]
(afb/afb)