Riau

Marhum Pekan dan Mahmud Marzuki Diusulkan jadi Pahlawan Nasional asal Riau

Raja Adil Siregar - detikSumut
Selasa, 16 Agu 2022 10:12 WIB
Lukisan wajah Marhum Pekan.
Lukisan wajah Marhum Pekan. (Foto: Dok. TP2GB Kota Pekanbaru)
Pekanbaru -

Pemerintah Provinsi Riau telah mengusulkan dua tokoh menjadi pahlawan nasional. Keduanya adalah Marhum Pekan dan Mahmud Marzuki. Apa peran keduanya di Riau?

Dalam catatan sejarah, Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah atau Marhum Pekan merupakan Sultan ke-5 Kerajaan Siak Sri Inderapura di tahun 1780-1782. Selain memilik banyak jasa dalam melawan penjajah, Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzamsyah juga tercatat pendiri Kota Pekanbaru.

Marhun Pekan yang wafat pada 1782 itu pun dimakamkan di Komplek Makam Marhum Pekan di Jalan Mesjid Raya, Senapelan, Pekanbaru. Lokasi itu tak jauh dari pusat perbelanjaan Pasar Bawah.


Pada tahun 2010, komplek pemakaman ini ditetapkan bangunan cagar budaya dan harus dilindungi keberadaannya. Di mana semula orang lebih mengenal kawasan ini dengan sebutan perkuburan Mesjid Raya atau Kuburan Raja.

Sedangkan tokoh kedua adalah Mahmud Marzuki dari Kabupaten Kampar. Marzuki lahir pada tahun 1915, di Desa Kumantan, Kecamatan Bangkinang, Kampar.

Marzuki wafat 5 Agustus 1946. Marzuki dikenal sebagai pendakwah, politikus dan pejuang Riau.

Selain itu, Marzuki tercatat sebagai orang pertama yang mengibarkan Bendera Merah Putih pasca kemerdekaan Indonesia di Kampar. Namanya pun populer di kalangan masyarakat Negeri Kampa hingga saat ini.

"Kedua tokoh tersebut telah disampaikan ke pusat. Berdasarkan informasi Mahmud Marzuki yang memenuhi syarat dan sudah dilakukan verifikasi. Mohon doa semoga salah satu dari dua nama itu ditetapkan Pahlawan Nasional," kata Gubernur Riau, Syamsuar, Selasa (16/8/2022).

Syamsuar menyebut pihaknya berupaya agar kedua tokoh tersebut ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Sehingga semakin bertambah Pahlawan dari Bumi Lancang Kuning yang tercatat dalam buku sejarah kelak.

Mantan Bupati Siak tersebut menilai kedua tokoh Riau itu layak mendapat pengakuan sebagai Pahlawan Nasional. Sebab mereka mempunyai pengaruh dan jasa-jasa besar bagi tanah air, khususnya Provinsi Riau.

"Dari informasi, nominasinya ada delapan orang dan termasuk satu orang dari Riau. Mohon doa," katanya lagi.

Usulan nama tokoh pahlawan sendiri telah dikirim ke pusat setelah dikaji Tim Peneliti Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Provinsi Riau. Sebagai tim pengkaji gelar, TP2GB telah menelusuri jejak kedua tokoh untuk dapat gelar pahlawan nasional.

Hingga saat ini Provinsi Riau telah memiliki beberapa pahlawan nasional. Di antaranya adalah Tuanku Tambusai yang lahir pada 5 November tahun 1784 di Desa Dalu-dalu Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu.

Selanjutnya, Sultan Assyaidis Syarif Kasim Sani Abdul Jalil Syarifuddin atau dikenal dengan Sultan Syarif Kasim II. Sultan Syarif Kasim II lahir pada 1 Desember 1893 di Kabupaten Siak Sri Indrapura.

Sultan Syarif Kasim meninggal dunia pada 23 April 1968 di Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru. Namanya kini menjadi nama Bandara di Pekanbaru, yakni Bandara Sultan Syarif Kasim II.



Simak Video "Sosok Rasuna Said, Pahlawan yang Jadi Google Doodle Hari Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(ras/dpw)