The Hungry Ghost Festival, Tradisi Bakar Makanan Suku Tionghoa

Farid Achaydi Siregar - detikSumut
Jumat, 12 Agu 2022 21:32 WIB
Festival Hantu Lapar atau The Hungry Ghost Festival (Farid/detikSumut)
Festival Hantu Lapar atau The Hungry Ghost Festival (Farid/detikSumut)
Medan -

Festival Hantu Lapar atau The Hungry Ghost Festival adalah sebuah tradisi sembahyang. Festival ini diadakan di Vihara Gunung Timur, Jalan Hang Tuah, Kota Medan.

Menurut kepercayaan suku tiongha, jiwa seseorang yang telah berpulang pada bulan ini keluar dari neraka dan berkeliaran di bumi. Karena itu hal ini diadakan untuk menghormati bagi jiwa yang telah berpulang.

Pantauan di lokasi Jumat (12/8/2022) sembahyang ini dilakukan dengan membakar kertas berwarna kuning. Kertas itu dibakar bersama tumpukan makanan yang telah dipersiapkan sebelumnya, terlihat api yang cukup besar berkobar dari hasil bakaran kertas kuning tersebut.


"Acara ini setiap tahun untuk sembahyang, setiap tahun Imlek bulan 7, jadi pintu neraka di buka jadi para arwah yang ada di neraka keluar bebas berkeliaran untuk mencari makan," ujar Pengurus Vihara Gunung Timur, Edi.

Festival Hantu Lapar atau The Hungry Ghost Festival (Farid/detikSumut)Festival Hantu Lapar atau The Hungry Ghost Festival (Farid/detikSumut) Foto: Farid Achyadi Siregar

Edi mengatakan festival yang diadakan setiap tahun untuk memberi makanan kepada arwah yang berkeliaran agar tidak menyebabkan kecelakaan bagi jiwa yang masih hidup.

Kemudian, lanjut Edi, selain itu tujuan dari acara ini untuk menghindari dari segala musibah yang ada akibat dari parah arwah dan tidak mengganggu para jiwa yang masih hidup.

"Jadi pada kesempatan ini, tujuannya supaya kita mengharapkan para arwah tidak mencari kecelakaan pada kita yang masih hidup dan mendoakan juga memberi makan para arwah supaya tidak mengganggu kita," ujar Edi.

Sinta (31) seorang yang sedang melakukan sembahyang mengatakan. Hal itu ia lakukan untuk menghindari dari segala musibah yang datang padanya.

Tak hanya itu, ia menyebut agar parah arwah yang bertentangan tidak mengganggu keluarganya.

"Ini dilakukan agar arwah yang bergentayangan tidak mengganggu, dan dijauhkan dari segala musibah atau kecelakaan, " tuturnya.



Simak Video "Hati-hati! Ada Komplotan Penipu Wanita di Aplikasi Kencan, Motor Dibawa Kabur"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)