Mentan Andi Curhat Banyak yang Tidak Tau Indonesia Sudah Swasembada Pangan

Mentan Andi Curhat Banyak yang Tidak Tau Indonesia Sudah Swasembada Pangan

Rechtin Hani Ritonga - detikSumut
Rabu, 15 Jul 2026 17:21 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman saat menghadiri acara di USU Medan
Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman saat menghadiri acara di USU Medan (Foto: Rechtin Hani Ritonga/detikSumut)
Medan -

Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman mengaku banyak yang tidak mengetahui bahwa Indonesia telah swasembada pangan. Hal ini ia sampaikan saat memberikan kuliah umum bertema Swasembada Pangan di auditorium Universitas Sumatra Utara (USU), Medan.

"Ternyata masih banyak yang belum tahu bahwa kita sudah swasembada, bahkan kita ekspor," ujar Andi saat diwawancarai, Rabu (15/7/2026).

Andi mengatakan, masih banyak pihak yang menyebarkan informasi bahwa Indonesia belum swasembada pangan. Hal ini, menurutnya, merupakan data yang keliru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Padahal kita swasembada beras, swasembada pangan, karena ada pihak-pihak tertentu menyebarkan bahwa kita belum swasembada pangan dan beras, padahal dua-duanya sesuai dengan Perpres nomor 125 tahun 2022, itu sudah swasembada," katanya.

Menurut Andi, Indonesia tidak lagi melakukan impor beras sejak tahun 2025. Selain beras, kata dia, delapan komoditas pokok lainnya juga sudah tidak diimpor.

ADVERTISEMENT

"Beras tidak impor lagi, beras medium tidak impor, bahkan kita ekspor. Kemudian, 8 komoditas sudah swasembada dan ekspor. Nah, ini kami jelaskan tadi, alhamdulillah mereka (mahasiswa) paham," ungkapnya.

Adapun berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas), dari 11 komoditas pangan strategis, 8 di antaranya sudah swasembada.

Delapan komoditas tersebut yakni telur ayam, cabai rawit, beras, jagung pakan, daging ayam, cabai besar, bawang merah, dan gula konsumsi.

Sementara tiga komoditas yang belum swasembada yakni bawang putih, kedelai, dan daging, dengan jumlah sekitar 3,5 juta ton.

"Kalau ditotal secara keseluruhan, porsi impor kita hanya 5 persen. Sedangkan menurut konsensus FAO, batas maksimal impor 10 persen itu sudah termasuk dalam kategori swasembada," pungkasnya.



(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads