Libur Sekolah, Tiket Kapal Batam-Belawan Habis Terjual hingga 12 Juli

Kepulauan Riau

Libur Sekolah, Tiket Kapal Batam-Belawan Habis Terjual hingga 12 Juli

Alamudin Hamapu - detikSumut
Kamis, 02 Jul 2026 15:41 WIB
KM Kelud saat bersandar di pelabuhan Bintang 99, Batam.(Alamudin Hamapu/detikSumut)
Foto: Ilustrasi. KM Kelud saat bersandar di pelabuhan Bintang 99, Batam, Kepri. (Alamudin Hamapu/detikSumut)
Batam -

Tiket kapal Pelni rute Batam-Belawan habis terjual hingga keberangkatan 12 Juli 2026. Tingginya permintaan dipicu program diskon tarif atau stimulus libur sekolah yang diberikan pemerintah sejak awal Juni.

Kepala Cabang Pelni Batam, Duta Kusuma Putra, mengatakan kapasitas kapal yang melayani rute Batam-Belawan sangat terbatas jika dibandingkan dengan tingginya kebutuhan masyarakat.

"Total kapasitas kapal untuk rute Batam-Belawan hanya 3.657 penumpang dalam satu kali pelayaran," kata Duta, Kamis (2/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Duta menjelaskan, berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) per Maret 2026, jumlah penduduk Kota Batam mencapai sekitar 1,364 juta jiwa.

"Dengan asumsi satu persen saja melakukan perjalanan mudik, jumlahnya mencapai sekitar 13 ribu orang," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Jika sekitar 60 persen di antaranya menuju Belawan, maka kebutuhan angkutan laut jauh melebihi kapasitas kapal yang tersedia.

"Karena keterbatasan kapasitas, tentu kami tidak bisa mengakomodasi seluruh permintaan. Kami memilih mengutamakan keselamatan pelayaran. Jangan sampai kapal mengalami kelebihan kapasitas yang justru membahayakan penumpang," ujarnya.

Duta mengatakan program stimulus berupa potongan harga tiket turut mendorong lonjakan penjualan tiket. Sejak program tersebut dibuka pada 6 Juni, pemesanan tiket terus meningkat hingga seluruh tiket keberangkatan sampai 12 Juli ludes terjual.

"Sejak program diskon dibuka pada 6 Juni, penjualan tiket terus meningkat. Saat ini tiket keberangkatan hingga 12 Juli sudah habis terjual," katanya.

Untuk mengakomodasi tingginya permintaan, Pelni Batam telah mengusulkan penambahan armada kepada kantor pusat. Namun hingga kini belum ada kepastian dari pusat.

"Saat ini Pelni hanya mengoperasikan 25 kapal yang melayani pelabuhan di seluruh Indonesia. Kami masih menunggu informasi dari kantor pusat terkait kemungkinan penambahan armada," jelasnya.

Duta juga mengimbau masyarakat agar membeli tiket melalui saluran resmi dan tidak tergiur penawaran di media sosial maupun dari calo.

"Kami mengingatkan masyarakat agar tidak membeli tiket melalui akun-akun yang tidak resmi, seperti di Facebook, karena rawan penipuan. Belilah tiket di loket resmi Pelni, kantor cabang, atau melalui aplikasi Pelni Mobile. Jangan membeli dari calo agar terhindar dari penipuan," ujarnya.




(mjy/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads