Sumut mengalami inflasi sebesar 0,23 persen per Juni 2026. Komoditi bensin menjadi penyumbang andil terbesar inflasi di Sumut.
Inflasi tertinggi berada di Kota Gunungsitoli sebesar 0,53 persen, Labuhanbatu sebesar 0,50 persen, Padangsidimpuan 0,42 persen, Deli Serdang 0,31 persen, Medan dan Sibolga sebesar 0,18 persen, Karo 0,03 persen. Sementara Pematangsiantar deflasi 0,07 persen.
"Inflasi pada bulan Juni 2026 sebesar 0,23 persen. Inflasi tertinggi terjadi pada kelompok transportasi sebesar 2,37 persen," ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Asim Saputra, Rabu (1/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Asim menyebutkan bahwa komoditas yang memberikan andil terbesar berasal dari bensin sebesar 0,14 persen, bawang putih dan angkutan udara masing-masing 0,08 persen, cabai merah dan cabai rawit masing-masing 0,03 persen.
Sementara itu, komoditi yang menahan laju inflasi yakni tomat yang mengalami deflasi 0,17 persen, daging ayam ras deflasi 0,07 persen, maupun bawang merah yang mengandalkan deflasi sebesar 0,02 persen.
Seperti diketahui, harga bensin khususnya BBM nonsubsidi jenis Pertamax (Ron 92) mengalami kenaikan pada Juni 2026 yang ditetapkan sebesar Rp 16.650 per liter. Ada kenaikan cukup drastis dibanding sebelumnya.
(ksr/afb)
