Harga tandan buah segar (TBS) sawit di Sumut terpantau masih lesu beberapa pekan ini. Rata-rata para petani menerima harga rendah dari Perusahaan swasta.
Berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, harga TBS sawit di Sumut yang bermitra dengan pemerintah periode ini masih di bawah Rp 3.800 per kg atau tepatnya Rp 3.781 per kg pekan ini.
Berbeda lagi dengan harga sawit di tiap daerah yang rata-rata masih dijual dengan harga kisaran Rp 2.700 hingga tertinggi Rp 3.000 per kg.
Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Sumut Gus Dalhari Harahap membeberkan bahwa petani sawit masih belum untung secara layak saat menjual ke perusahaan swasta.
"Merugi lah, kalau petani yang bermitra dengan pihak swasta harganya kan terjun bebas," ungkap Gus kepada detikSumut, Rabu (24/6/2026).
"Masih PTPN IV Regional 2 yang menjual di atas Rp 3000an per kg tapi kalau di perusahaan swasta lain di bawah itu," lanjutnya.
Lebih lanjut, Gus menyebut kondisi ini membuat para petani dalam situasi sulit. Terlebih, tak semua petani memiliki akses untuk menjual hasil panennya ke PTPN IV Regional 2 karena faktor jarak dan kemitraan.
"Kan tidak semua petani bisa masuk menjadi mitra PTPN IV. Ada daerah-daerah yang jauh dari pabrik mereka, sementara yang berinteraksi dengan perusahaan swasta harganya sudah terjun bebas," tuturnya.
Gus melihat penurunan harga saat ini tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi pasar. Ia pun mempertanyakan keputusan sejumlah perusahaan yang menurunkan harga pembelian TBS secara serentak padahal harga jual produk sawit di pasar tergolong tinggi.
Simak Video "Akar Kemitraan Untuk Masa Depan"
(ksr/mjy)