Minyakita Dijual di Atas HET di Sumut, Disperindag: Terkendala Distribusi

Minyakita Dijual di Atas HET di Sumut, Disperindag: Terkendala Distribusi

Kartika Sari - detikSumut
Rabu, 15 Apr 2026 16:45 WIB
Minyakita Dijual di Atas HET di Sumut, Disperindag: Terkendala Distribusi
Foto: Ilustrasi. Minyakita. (Kartika Sari/detikSumut)
Medan -

Harga minyak goreng Minyakita mengalami kenaikan beberapa hari terakhir. Sejumlah kabupaten/kota bahkan sudah mematok harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Berdasarkan data Disperindag ESDM Sumut, Rabu (15/4/2026), harga rata-rata Minyakita hari ini dijual sebesar Rp 16.819 per liter, di atas HET yang dipatok Rp 15.700 per liter.

Harga minyak goreng Minyakita yang berada di atas HET, di antaranya ada di Kabupaten Asahan sebesar Rp 17 ribu per liter, Kabupaten Dairi Rp 18 ribu per liter, Kabupaten Mandailing Natal dan Nias Selatan sebesar Rp 20 ribu per liter, Kabupaten Nias Barat sebesar 19 ribu per liter, Samosir dan Padangsidimpuan sebesar Rp 18 ribu per liter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, beberapa daerah yang menjual minyak goreng Minyakita di ambang HET di antaranya ada Tanjungbalai, Tapanuli Utara, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Batu Bara, maupun Humbang Hasundutan yang mematok harga Rp 15.700 per liter.

ADVERTISEMENT

Terkait kenaikan harga ini, Kabid Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Disperindag ESDM Sumut Charles Situmorang menyebut kenaikan harga di beberapa wilayah ini bukan disebabkan kekosongan pasokan, namun terkait masalah pendistribusian.

"Kenaikan harga Minyakita saat ini bukan karena barangnya tidak ada. Masalah utamanya ada di distribusi yang belum optimal," ungkap Charles kepada detikSumut.

Lebih lanjut, pihaknya saat ini juga mendorong sejumlah pihak agar dapat segera mempercepat pendistribusian.

"Kami sudah mendorong Bulog, ID Food dan swasta untuk mempercepat penyerapan dan distribusi. Hasil koordinasi kami, Produsen mulai minggu lalu sudah ada mendistribusikan pasokan ke pasar Medan sekitarnya dan mulai minggu depan juga akan melakukan pendistribusian ke pasar lainnya," jelasnya.

"Pengawasan pendistribusian di lapangan juga kami perketat dengan menggandeng stake holder terkait," pungkas Charles.




(ksr/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads