Nilai Impor Sumut Menyusut, Bahan Bakar Mineral Turun 44%

Nilai Impor Sumut Menyusut, Bahan Bakar Mineral Turun 44%

Kartika Sari - detikSumut
Jumat, 10 Apr 2026 20:20 WIB
Image of Finance background with Malaysian Currency note , Coins and stock chart. Finance Trading concept
Ilustrasi keuangan (Foto: Getty Images/iStockphoto/simon2579)
Jakarta -

Nilai impor bahan bakar mineral ke Sumut mengalami penurunan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada penurunan impor bahan bakar mineral hampir 50%.

Berdasarkan data dari BPS Sumut, nilai impor bahan bakar mineral per Februari 2026 menjadi US$ 48,4 juta atau senilai Rp 827,9 miliar. Nilai impor ini mengalami penurunan 44% dibanding Januari 2026 yang sebesar US$ 86,8 juta atau senilai Rp 1,48 triliun.

Nilai impor terbesar Januari Februari 2026 berasal dari golongan bahan bakar mineral sebesar US$135,27 juta atau senilai Rp 2,31 triliun, angka ini turun dibanding Januari-Februari 2025 yang sebelumnya US$ 137,2 juta atau senilai Rp 2,34 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara tahunan, impor bahan bakar mineral juga mengalami penurunan dari sebelumnya Januari 2025 sebesar US$ 61,8 juta atau senilai Rp 1,05 triliun.

Selain bahan bakar mineral, ternyata impor gandum-ganduman ke Sumut juga turut anjlok per Februari 2026 menjadi US$ 10,4 juta atau senilai Rp 177,8 miliar. Angka ini turun 47,5% dibanding Januari 2026 yang dipatok US$26,7 juta atau senilai Rp 456,5 miliar.

ADVERTISEMENT

Dari sisi asal impor, total nilai impor Sumatera Utara sebesar US895,85 juta pada Januari Februari 2026, sebesar US$ 323 juta (36,06%) berasal dari Asia di luar ASEAN, sebesar US$ 275,1 juta (30,71%) berasal dari ASEAN dan sisanya berasal dari kawasan lainnya.

Adapun negara pemasok barang impor terbesar ke Sumut pada Januari-Februari 2026 adalah Tiongkok sebesar US$ 242,92 juta (27,12%), diikuti Malaysia sebesar US$ 104,17 juta (11,63%), dan Singapura sebesar US$ 102,45 juta (11,44%).

Selama Januari-Februari 2026 kesepuluh negara asal utama memberikan peran sebesar 80,07 persen terhadap total nilai impor melalui Sumatera Utara sedangkan sisanya memberikan peran sebesar 19,93 persen berasal dari negara lainnya.

Nilai impor dari 10 negara utama meningkat sebesar 1,45 persen pada periode Januari-Februari 2026 dibandingkan periode Januari-Februari 2025.




(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads