3 Investor Lirik Blok Migas Aceh

3 Investor Lirik Blok Migas Aceh

Agus Setyadi - detikSumut
Selasa, 07 Apr 2026 23:21 WIB
Ilustrasi sektor migas
Foto: Ilustrasi Migas (Fauzan Kamil/Infografis detikcom)
Banda Aceh -

Tiga investor disebut melirik blok minyak dan gas (Migas) di tiga lokasi di Aceh. Potensi migas Tanah Rencong masih sangat menjanjikan dan mulai kembali dipercaya investor.

Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Nasri Djalal, mengatakan pihaknya telah membuat tiga pengajuan surat keberminatan untuk mengelola migas di tahun 2026. Ketiganya merupakan wilayah kerja (WK) terminasi yang kini kembali dilirik investor.

"Ini menunjukkan potensi migas Aceh masih sangat menjanjikan dan mulai kembali dipercaya oleh investor, baik dari dalam maupun luar negeri," kata Nasri dalam keterangannya, Selasa (7/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masuknya tiga perusahaan disebut menghadirkan kombinasi kekuatan global dan lokal. Untuk Wilayah Andaman III, yang sebelumnya dikelola Repsol, kini diminati konsorsium Jepang yang terdiri dari Japex dan Jogmec.

ADVERTISEMENT

Sementara Wilayah Lhokseumawe (eks Zaratex) menarik perhatian kolaborasi antara PT Energi Hijau Biru dan Barakah Petroleum yang akan melakukan joint study.

"Joint study ini menjadi langkah awal yang sangat penting sebelum masuk ke tahap kontrak kerja sama. Kita lihat keseriusan investor untuk mengkaji potensi yang ada," jelas Nasri.

Adapun WK South Block A (eks KRX) diajukan oleh PT Pembangunan Aceh (PEMA) untuk menjadi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) baru. Keterlibatan PEMA dinilai menjadi hal positif karena menunjukkan peran daerah dalam mengelola sumber daya alamnya semakin kuat.

Nasri menilai, masuknya investor dari berbagai latar belakang menjadi indikator meningkatnya kepercayaan terhadap iklim investasi migas Aceh yang selama ini dikenal memiliki potensi besar namun menghadapi berbagai tantangan.

"Alhamdulillah dalam satu tahun terakhir BPMA mendapatkan kepercayaan dari investor dalam dan luar negeri untuk berinvestasi di Aceh," jelas Nasri.

Nasri optimistis proses yang sedang berjalan akan segera berujung pada kerja sama konkret. Apabila berjalan lancar, BPMA disebut akan mendapatkan tiga KKKS baru.

"Ini tentu akan berdampak pada peningkatan aktivitas eksplorasi dan produksi migas di Aceh ke depan," lanjut Nasri.

Menurutnya, langkah ini sejalan dengan upaya memperkuat posisi Aceh sebagai salah satu pusat pertumbuhan energi nasional, sekaligus mendukung agenda Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dalam mewujudkan ketahanan energi.

"Komitmen kami jelas, BPMA akan terus mendorong percepatan eksplorasi dan pengembangan migas serta memastikan kemudahan investasi bagi para pelaku usaha. Kami juga memastikan bahwa seluruh program berjalan selaras dengan kebijakan pemerintah pusat dalam menjaga ketahanan energi nasional," ungkap Nasri.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Laju IHSG ditopang Sektor Energi "
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads