BPS: Impor Bahan Bakar Mineral ke Sumut Tembus Rp 1,47 Triliun

BPS: Impor Bahan Bakar Mineral ke Sumut Tembus Rp 1,47 Triliun

Kartika Sari - detikSumut
Jumat, 06 Mar 2026 18:30 WIB
BPS: Impor Bahan Bakar Mineral ke Sumut Tembus Rp 1,47 Triliun
Foto: Ilustrasi. Gedung BPS. (Ari Saputra/detikcom)
Medan -

Bahan bakar mineral mendorong nilai impor tertinggi ke Sumatera Utara. Impor golongan ini naik menjadi US$ 86,8 juta atau senilai Rp 1,47 triliun.

"Nilai impor Januari 2026 berasal dari golongan bahan bakar mineral sebesar US$ 86,81 juta (Rp 1,47 triliun)," ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Asim Saputra, Jumat (6/3/2026).

Berdasarkan data BPS Sumut, nilai impor bahan bakar mineral pada Januari 2026 naik dibanding Desember 2025 yang sebelumnya sebesar US$ 79,2 juta atau Rp 1,34 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adapun bahan bakar mineral memiliki andil 17,83% terhadap total impor Januari 2026. Disusul oleh mesin-mesin, ampas/sisa industri makanan, plastik dan barang dari plastik.

ADVERTISEMENT

Selain bahan bakar mineral, nilai impor tertinggi selanjutnya berasal dari golongan mesin-mesin/pesawat mekanik sebesar US$ 44,9 juta atau senilai Rp 759,8 miliar.

Namun, nilai ekspor mesin-mesin/pesawat mengalami penurunan bila dibandingkan Desember 2025 yang mampu mencapai US$ 67 juta atau senilai Rp 1,13 triliun.

Secara keseluruhan, nilai impor dari 10 golongan yang dikirim ke Sumut sebesar US$ 486 juta atau sebesar Rp 8,22 triliun. Ada kenaikan 4,08% dibanding Januari 2025 yang bernilai sebesar US$ 467,7 juta atau senilai Rp 7,91 triliun.

Dari total nilai tersebut, sebanyak US$ 219,5 juta atau senilai Rp 3,71 triliun berasal dari luar ASEAN seperi Tiongkok sebesar Rp 2,21 triliun yang menguasai pangsa pasar impor ke Sumut.




(ksr/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads