Bahan bakar mineral mendorong nilai impor tertinggi ke Sumatera Utara. Impor golongan ini naik menjadi US$ 86,8 juta atau senilai Rp 1,47 triliun.
"Nilai impor Januari 2026 berasal dari golongan bahan bakar mineral sebesar US$ 86,81 juta (Rp 1,47 triliun)," ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Asim Saputra, Jumat (6/3/2026).
Berdasarkan data BPS Sumut, nilai impor bahan bakar mineral pada Januari 2026 naik dibanding Desember 2025 yang sebelumnya sebesar US$ 79,2 juta atau Rp 1,34 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun bahan bakar mineral memiliki andil 17,83% terhadap total impor Januari 2026. Disusul oleh mesin-mesin, ampas/sisa industri makanan, plastik dan barang dari plastik.
Selain bahan bakar mineral, nilai impor tertinggi selanjutnya berasal dari golongan mesin-mesin/pesawat mekanik sebesar US$ 44,9 juta atau senilai Rp 759,8 miliar.
Namun, nilai ekspor mesin-mesin/pesawat mengalami penurunan bila dibandingkan Desember 2025 yang mampu mencapai US$ 67 juta atau senilai Rp 1,13 triliun.
Secara keseluruhan, nilai impor dari 10 golongan yang dikirim ke Sumut sebesar US$ 486 juta atau sebesar Rp 8,22 triliun. Ada kenaikan 4,08% dibanding Januari 2025 yang bernilai sebesar US$ 467,7 juta atau senilai Rp 7,91 triliun.
Dari total nilai tersebut, sebanyak US$ 219,5 juta atau senilai Rp 3,71 triliun berasal dari luar ASEAN seperi Tiongkok sebesar Rp 2,21 triliun yang menguasai pangsa pasar impor ke Sumut.
(ksr/mjy)











































