Timur Tengah Memanas, Investor Berburu Emas

Timur Tengah Memanas, Investor Berburu Emas

Herdi Alif Al Hikam - detikSumut
Senin, 02 Mar 2026 10:31 WIB
Ilustrasi emas
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Timur Tengah memanas setelah Iran digempur militer Amerika Serikat (AS). Kondisi ini membuat membuat para investor mulai mengalihkan portofolionya ke aset safe haven seperti emas.

"Emas kemungkinan akan lebih diminati dari biasanya ketika pasar dibuka pada hari Senin," ujar Kepala Analis Pasar KCM Trade, Tim Waterer dikutip detikFinance dari Reuters, Senin (2/3/2026).

Ia meyakini emas bakal jadi komoditas primadona bagi investor di tengah konflik Timur Tengah. Hal itu terjadi lantaran risiko dan kekhawatiran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mengingat risiko terkait berapa lama konflik dapat berlangsung, negara mana lagi yang dapat terseret, dan kekhawatiran inflasi, emas diperkirakan akan mengambil perannya sebagai aset safe haven pilihan," kata Waterer

Menurutnya, pasar saham dan aset berisiko lainnya kemungkinan mengalami aksi jual besar-besaran pada pembukaan perdagangan awal pekan ini. "Investor akan mencari tempat terbaik untuk menempatkan dana mereka, dan emas kemungkinan akan berada di urutan teratas daftar tersebut," tegas Waterer.

ADVERTISEMENT

Analis Marex, Edward Meir memperkirakan lonjakan harga emas segera terjadi. Ini menjadi respons alami oleh pasar terhadap pecahnya perang. Dia memprediksi harga emas naik US$ 200 per troy ons pada pembukaan perdagangan awal pekan ini.

"Saya pikir kita bisa membuka perdagangan dengan kenaikan sekitar $200/ounce untuk emas, tetapi kemudian akan turun sepanjang hari," beber Edward Meir.

Satu-satunya hal yang difokuskan investor adalah apakah aliran minyak akan terganggu. Ini menjadi momen kunci apakah investor akan berlabuh ke safe haven atau tidak.

Analis Pasar di City Index dan Forex.com, Fawad Razaqzada memperkirakan harga emas mencetak rekor ke level US$ 5.600 per troy ons atau Rp 3 juta per gram di tengah kondisi perang di Timur Tengah.

"Akan ada peningkatan permintaan emas sebagai aset safe haven yang dapat menyebabkan harga naik kembali hingga sekitar US$ 5.500, dan mungkin mencapai rekor tertinggi baru di atas puncak Januari sekitar US$ 5.600," papar Razaqzada.

Kenaikan harga emas di atas level tersebut dapat dibatasi oleh potensi rebound dolar AS. Termasuk juga jika harga minyak mentah tetap jauh lebih tinggi.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video BPS: Harga Emas Perhiasan Naik Berturut-turut Sejak 2023"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads