Harga Barang-Jasa di Aceh Naik 6,69% Dibandingkan Awal 2025

Aceh

Harga Barang-Jasa di Aceh Naik 6,69% Dibandingkan Awal 2025

Agus Setyadi - detikSumut
Senin, 02 Feb 2026 17:40 WIB
Economy chart: Rising Arrow, France Flag and Euro Banknotes
Foto: Ilustrasi. (Getty Images/Javier Ghersi)
Banda Aceh -

Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat harga barang dan jasa di Tanah Rencong pada Januari 2026 mengalami kenaikan rata-rata 6,69 persen dibanding bulan yang sama tahun lalu. Inflasi tahunan tertinggi terjadi di Aceh Tengah mencapai 8 persen.

"Secara tahunan (y-on-y), pada Januari 2026 Provinsi Aceh mengalami inflasi sebesar 6,69 persen. Artinya harga barang dan jasa secara umum naik rata-rata sebesar 6,69% dibandingkan Januari tahun sebelumnya," kata Plh Kepala BPS Provinsi Aceh, Tasdik Ilhamudin kepada wartawan, Senin (2/2/2026).

Tasdik menjelaskan, inflasi tahunan didorong kenaikan harga beberapa komoditas seperti tarif listrik, emas perhiasan, beras, nasi dengan lauk, dan sigaret kretek mesin (SKM). Di sisi lain, terdapat komoditas yang memberikan pengaruh deflasi di antaranya cabai merah, kentang, cabai hijau, biaya sekolah menengah atas, dan biaya sekolah menengah pertama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, ada lima daerah penghitungan inflasi di Provinsi Aceh yakni Banda Aceh, Lhokseumawe, Meulaboh, Aceh Tengah, dan Aceh Tamiang. Pada Januari 2026, terjadi inflasi di lima wilayah tersebut dengan inflasi tertinggi di Kabupaten Aceh Tengah sebesar 8,60 persen, sedangkan paling rendah terdapat di Meulaboh sebesar 5,55 persen.

ADVERTISEMENT

Sementara bila dilihat secara bulanan, Aceh mengalami deflasi 0,15 persen dibandingkan Desember 2025. Ada sejumlah kelompok komoditas yang mengalami penurunan harga di antaranya makanan, minuman, dan tembakau.

"Kelompok ini mengalami deflasi sebesar 2,01 persen dan memberikan andil sebesar 0,79 persen terhadap deflasi," jelas Tasdik.

Tasdik menyebutkan, beberapa komoditas yang mempengaruhi deflasi bulanan yaitu telur ayam ras, cabai merah, beras, bahan bakar rumah tangga, dan minyak goreng. Sementara itu, terdapat komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi bulanan yakni nasi dengan lauk, emas perhiasan, daging ayam ras, cabai rawit, dan mie.

"Secara m-to-m, daerah yang mengalami inflasi adalah Aceh Tamiang dan Lhokseumawe, sedangkan 3 lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi berada di Kota Lhokseumawe yaitu 0,86 persen, sementara Kota Banda Aceh mengalami deflasi terdalam sebesar 0,81 persen," ujar Tasdik.




(agse/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads