Kenapa Sumut Jadi Penghasil Kemenyan Terbaik di Dunia? Ini Alasannya

Kenapa Sumut Jadi Penghasil Kemenyan Terbaik di Dunia? Ini Alasannya

Dwi Puspa Handayani Berutu - detikSumut
Minggu, 01 Feb 2026 05:00 WIB
Kenapa Sumut Jadi Penghasil Kemenyan Terbaik di Dunia? Ini Alasannya
Ilustrasi kemenyan (Foto: REUTERS/Rula Rouhana)
Medan -

Pernahkah kamu merasakan aroma khas yang membuat tenang saat memasuki butik parfum mewah di Paris atau saat menghadiri upacara adat yang penuh makna? Aromanya mungkin berasal dari getah pohon ajaib yang tumbuh di tanah Batak. Yup, kita sedang membicarakan Kemenyan, atau dalam bahasa internasional disebut Frankincense (meskipun jenisnya tidak sama) atau Benzoin Sumatra.

Baru-baru ini, kemenyan jadi pembicaraan banyak orang setelah Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, menyatakan bahwa merek-merek ternama seperti Louis Vuitton dan Gucci menggunakan kemenyan sebagai bahan pembuatan parfum mereka.

Sejak ribuan tahun silam, kemenyan dari Indonesia, terutama dari daerah Sumatera Utara, telah dikenal sebagai komoditas berharga yang dicari oleh banyak orang di seluruh dunia. Tapi, apa yang membuat kemenyan dari Bumi Boru Ni Raja lebih istimewa dibandingkan daerah lain? Yuk, kita bahas rahasia-rahasianya berdasarkan hasil penelitian dan kepakaran dari Guru Besar Biologi IPB University, Pfor Triadiati.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Habitat Unik di Dataran Tinggi Toba

Kemenyan terbaik tidak tumbuh di sembarang tempat. Pohon kemenyan yang biasa disebut Styrax benzoin dan Styrax sumatrana tumbuh baik di ketinggian 800 hingga 1.500 meter di atas permukaan laut.

Kabupaten seperti Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, dan Pakpak Bharat memiliki gabungan tanah yang berasal dari letusan Gunung Toba purba dan kondisi udara yang tidak terlalu lembap. Faktor alam ini membuat getah yang dihasilkan lebih wangi, lebih jernih, dan memiliki kadar asam sinamat yang lebih tinggi dibandingkan kemenyan dari negara lain seperti Thailand atau Vietnam.

ADVERTISEMENT

2. Hamaminjon Adalah Bagian dari Warisan Budaya

Bagi masyarakat lokal khsusnya tanah Batak, kemenyan atau Hamaminjon bukan hanya sekedar pohon, tetapi juga merupakan warisan dari leluhur mereka. Berdasarkan catatan sejarah yang terdapat dalam buku Sejarah Perdagangan di Barus yang ditulis oleh Claude Guillot, kualitas kemenyan dari Sumatera sudah terkenal sampai ke berbagai penjuru dunia.

Pelabuhan Barus yang terletak di wilayah pesisir Sumatera Utara dikenal sebagai pusat ekspor kemenyan. Apalagi kemenyan dari sana dikabarkan pernah sampai ke tangan para Firaun di Mesir, digunakan sebagai bahan pengawet mumi.

Cara memetiknya masih sangat tradisional dan alami. Para petani setempat menggunakan perasaan serta cara khusus saat mengambil getah dari pohon agar pohon tidak terluka. Kehati-hatian ini yang menjaga kualitas getah kemenyan kita tetap terbaik.

3. Primadona Industri Parfum dan Farmasi Dunia

Industri parfum dan farmasi internasional, seperti di Prancis, khususnya di kota Grasse, mengklasifikasikan kemenyan dari Sumatera ke dalam kategori yang disebut Sumatra Benzoin. Dalam dunia aromaterapi dan parfum mewah, jenis ini lebih disukai untuk wewangian dengan tema Oriental atau Amber karena menciptakan kesan yang hangat, elegan, dan berkelas, berbeda dengan jenis kemenyan dari Siam (Thailand) yang memiliki aroma yang lebih berarah ke vanili. Ini membuatnya menjadi bahan mengikat aroma terbaik dalam industri parfum mewah seperti Chanel atau Dior.

Tanpa menggunakan kemenyan dari Sumatera Utara, parfum-parfum yang harganya mahal tersebut tidak akan bertahan lama akan aroma wangi yang tercium di kulitmu. Selain parfum, kemenyan kita juga banyak dicari oleh industri farmasi di Eropa sebagai bahan antiseptik dan obat untuk pernapasan.

Tahun 2024 menunjukkan bahwa Indonesia telah mengirimkan lebih dari 43 ribu ton kemenyan dengan nilai mencapai 52 juta dolar AS. Negara tujuan utamanya meliputi Prancis, Italia, India, hingga Mesir. Sayangnya, sebagian besar barang yang di kirim masih dalam bentuk getah mentah.

Meskipun mendapat predikat terbaik secara global, permasalahan seperti perubahan petani dan perubahan penggunaan lahan masih terus terjadi. Namun, karena tren kembali ke alam yang sedang menjadi tren di seluruh dunia saat ini, permintaan akan kemenyan organik di Sumatera Utara diperkirakan akan terus meningkat pesat.

Kemenyan dari Sumatera Utara bukan hanya tentang aroma yang menarik, tapi juga tentang sejarah, budaya, dan kekayaan alam yang luar biasa. Jika dunia sudah mengakui bahwa getah dari tanah Toba adalah yang terbaik, maka kita sebagai orang Indonesia seharusnya merasa bangga dan bertanggung jawab menjaga keinginannya.

Gimana, makin bangga kan jadi orang Indonesia? Menurut kamu, produk asli Indonesia apa lagi sih yang kualitasnya sebenarnya sudah rata-rata mendominasi dunia? Diam sudah menaklukkan dunia?

Artikel ini ditulis oleh peserta magang kemnaker, Dwi Puspa Handayani Berutu di detik.com.




(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads