Jaga Stabilitas Harga, 3,3 Ribu Ton Beras SPHP Disalurkan ke Seluruh Aceh

Aceh

Jaga Stabilitas Harga, 3,3 Ribu Ton Beras SPHP Disalurkan ke Seluruh Aceh

Agus Setyadi - detikSumut
Jumat, 29 Agu 2025 20:00 WIB
Warga berbelanja beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dalam acara pangan murah di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (23/8/2025). Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat realisasi distribusi beras SPHP mencapai 239,5 ribu ton hingga pekan ketiga Agustus 2025, sebagai upaya menjaga stabilitas harga beras di pasaran. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/bar
Ilustrasi. (Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar).
Banda Aceh -

3.332 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) disalurkan ke seluruh Aceh untuk menjaga stabilitas harga. Masyarakat diminta tidak khawatir dengan stok beras.

Kepala Perum Bulog Kanwil Aceh, Ihsan, mengatakan, penyaluran beras dilakukan melalui pedagang eceran pasar tradisional, oultet-oulet binaan pemerintah dan BUMN, RPK, serta instansi pemerintah lewat koperasi serta melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga terjangkau.

"Hingga akhir Agustus 2025, Bulog telah menyalurkan 3.332 ton beras SPHP ke berbagai kabupaten/kota di Aceh," kata Ihsan dalam keterangannya, Jumat (29/8/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, penyaluran beras SPHP merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menekan laju inflasi serta menjaga daya beli masyarakat khususnya di tengah fluktuasi harga pangan terutama beras. Bulog mengaku akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan distribusi berjalan lancar serta tepat sasaran.

ADVERTISEMENT

Ihsan mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap ketersediaan stok beras. Saat ini, gudang-gudang Bulog di Aceh tercatat memiliki cadangan beras yang mencukupi untuk kebutuhan sampai dengan bulan Mei 2026.

"Bulog Aceh juga memastikan bahwa pelaksanaan program SPHP tidak mengganggu harga gabah petani. Pembelian gabah lokal tetap dilakukan Bulog sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP) yaitu Rp 6.500/kg pada saat panen gadu sebagai bentuk dukungan terhadap petani lokal," jelas Ihsan.

"Dengan sinergi antara penyaluran beras SPHP secara masif dan merata serta panen gadu yang diperkirakan mulai akhir Agustus-Oktober 2025, diharapkan harga beras akan turun dan ketahanan pangan di Aceh dapat terjaga secara berkelanjutan, baik di musim panen maupun saat terjadi kekurangan pasokan," lanjut Ihsan.




(agse/dhm)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads