Disebut Beli Gabah di Bawah HPP, Bulog Sidak ke Lokasi Panen Petani

Disebut Beli Gabah di Bawah HPP, Bulog Sidak ke Lokasi Panen Petani

Kartika Sari - detikSumut
Sabtu, 30 Agu 2025 01:03 WIB
Sejumlah pekerja membongkar muat beras di Gudang Bulog Ternate, Maluku Utara, Kamis (28/8/2025). Kementerian Pertanian menyebutkan proyeksi ketersediaan beras nasional periode Januari-Desember 2025 sebanyak 36,98 juta ton dengan kebutuhan beras 23,2 juta ton dan surplus pada Januari-September 2025 diperkirakan mencapai 13,78 juta ton, capaian tersebut positif bagi ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung target swasembada yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. ANTARA FOTO/Andri Saputra
Ilustrasi beras bulog (Foto: ANTARA FOTO/Andri Saputra)
Serdang Bedagai -

Petani asal Serdang Bedagai diduga menjual Gabah Kering Panen (GKP) di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Padahal, pemerintah sudah mematok Rp 6.500 per kg untuk Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Bulog disebut-sebut membeli harga GKP di Sergai ini seharga Rp 6.250 per kg. Saat dikonfirmasi, Pemimpin Cabang Bulog Medan Rafki Ismael mengungkapkan pihaknya telah melakukan sidak ke lokasi panen tersebut.

"Ketika kami cek, ternyata GKP yang dimaksud dengan harga Rp 6.250 per kg merupakan harga yang diterima petani setelah dikurangi dengan biaya karung, kuli angkut dari sawah dan biaya panen," ungkap Rafki, Jumat (29/8/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Padahal sebenarnya yang dimaksud GKP di tingkat petani sesuai ketentuan Pemerintah yaitu gabah yang dipanen dan dikemas dalam karung dan berada di pinggir jalan untuk diangkut. Karena namanya juga gabah kering panen, tentu saja adalah gabah yang telah dipanen," tambahnya.

Sementara itu, Pemimpin Wilayah Bulog Sumut Budi Cahyanto memastikan bahwa HPP GKP merupakan harga minimal yang diterima petani.

ADVERTISEMENT

"Bulog di seluruh Indonesia membeli dengan mengacu pada harga itu Rp 6.500 per kg di tingkat petani," ujar Budi.

Berdasarkan keterangan Budi, Bulog Sumut telah menyerap GKP sebanyak 32.000 ton GKP hasil produksi Sumut.

"Hari ini kami kembali dapat menyerap GKP dari panen bulan Agustus 2025 sebesar 210 ton dan penyerapan masih terus berlangsung," kata Budi.

Ia menyebut gabah yang diserap oleh Bulog Sumut nantinya akan dikerjasamakan pengolahan dengan mitra-mitra penggilingan padi yang tersebar di seluruh wilayah Sumut.

"Gabah ini akan kami olah menjadi beras dan akan kami simpan sebagai Cadangan Beras Pemerintah (CBP), yang dapat digunakan untuk kebutuhan Bantuan Pangan (Bapang), bantuan bencana alam, dan juga untuk SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) seperti yang sedang kami laksanakan hari ini," pungkasnya.




(afb/afb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads