Mobilitas Masyarakat Tinggi, BI Sumut: Ekonomi Naik Sampai Akhir Tahun

Mobilitas Masyarakat Tinggi, BI Sumut: Ekonomi Naik Sampai Akhir Tahun

Kartika Sari - detikSumut
Jumat, 30 Sep 2022 21:15 WIB
Kepala BI Kpw Sumut Doddy Zulverdi
Foto: Kepala BI Kpw Sumut Doddy Zulverdi (Istimewa)
Medan -

Ekonomi Sumatera Utara diprediksi akan terus terakselerasi hingga akhir tahun. Bank Indonesia Kpw Sumut mendata bahwa pertumbuhan ekonomi dapat terjaga dengan tingginya mobilitas masyarakat Sumut.

"Ekonomi Sumut masih bisa meningkat sampai akhir tahun dengan adanya mobilitas. Kita lihat aktivitas masyarakat terus naik, seperti perjalanan ke tempat- tempat orang bekerja, artinya sudah banyak yang bekerja salah satunya secara fisik. Selain itu juga perjalanan rekreasi yang sudah membaik. Sehingga ini menjadi penguatan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi," ungkap Kepala BI Kpw Sumut Doddy Zulverdi, Jumat (30/9/2022).

Berdasarkan data dari BI Sumut, pertumbuhan ekonomi pada triwulan II ini tumbuh 4,70 persen, naik dibanding triwulan sebelumnya sebesar 3,90 pada Triwulan I 2022.


Sementara itu, jika dibandingkan secara YoY pada triwulan II 2021, pertumbuhan ekonomi Sumut mengalami penurunan yang sebelumnya sebesar 4,95 persen.

BI Sumut juga mendata bahwa lapangan pekerjaan dari berbagai sektor mengalami pertumbuhan positif. Diantaranya ada sektor pertanian yang mencakup 22,83 persen, sektor industri 19,16 persen, perdagangan 19,12 persen, konstruksi 13,50 persen, dan real estate 4,93 persen.

Terkait hal ini, Doddy mengatakan jika perekonomian Sumatera Utara tahun 2022 diperkirakan tumbuh lebih tinggi dari tahun 2021 dengan rentang proyeksi 4,1%-4,9% (yoy).

"Tetap tingginya harga komoditas utama serta berlanjutnya program PEN juga diprakirakan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara tahun 2022 lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya," tutur Doddy.

"Namun demikian, berlanjutnya konflik geopolitik yang berisiko melanjutkan gangguan rantai pasok global serta perkembangan ekonomi global yang diwarnai peningkatan inflasi menjadi hal yang perlu diwaspadai," pungkasnya.



Simak Video "Ekonomi Digital Indonesia Diprediksi Capai USD 77 Miliar Akhir Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(afb/afb)