Tabungan BTN Bisnis Sasar UMKM Sumut, Ini Keuntungan Penggunanya

Kartika Sari - detikSumut
Minggu, 25 Sep 2022 07:30 WIB
Direktur Distribution & Funding Bank BTN Jasmin saat roadshow di Kota Medan
Foto: Direktur Distribution & Funding Bank BTN Jasmin saat roadshow di Kota Medan (Kartika/detikSumut)
Medan -

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk gencar memasarkan produk terbarunya yaitu Tabungan BTN Bisnis yang diperuntukan pelaku usaha

Upaya tersebut dilakukan dengan melakukan road show ke berbagai kota di Indonesia, di antaranya Kota Medan, Sumatera Utara.

Melalui Tabungan BTN Bisnis, Bank BTN berupaya menggenjot perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) dengan menyasar pelaku bisnis dari berbagai segmen dan sektor usaha, baik yang berada di industri hulu maupun hilir khususnya UMKM.


Direktur Distribution & Funding Bank BTN Jasmin menjelaskan, Road Show Tabungan BTN Bisnis di Sumut diharapkan mampu menarik para pengusaha di Sumut untuk memanfaatkan produk yang didesain khusus bagi pebisnis.

"Apalagi di Sumut khususnya Kota Medan banyak terdapat kawasan bisnis, baik berupa pasar maupun pusat perdagangan," ungkap Jasmin saat Road Show Tabungan BTN Bisnis di Mal Plaza Medan Fair, Sabtu (24/9/2022).

Lanjutnya, Tabungan BTN Bisnis menjadi salah satu solusi bagi para pelaku usaha yang akan mempermudah transaksi bisnisnya karena memiliki beragam fitur pendukung diantaranya limitasi transaksi yang tinggi untuk transfer.

Lalu detail deskripsi transaksi tabungan dan yang istimewa tahun ini kami memberikan bebas biaya transfer.

Terkait limitasi transaksi, Jasmin mengatakan pemegang Tabungan BTN Bisnis bisa menikmati transaksi melalui mobile banking dengan nilai transfer maksimal antar rekening BTN mencapai Rp 100 juta per transaksi dan transfer rekening berbeda bank mencapai Rp 50 juta per transaksi.

"Bisa transaksi sampai Rp 100 juta, berbeda dengan bank lain yang punya limit akses lebih sedikit. Jadi nasabah yang punya keperluan transfer bisa dipermudah dalam urusan bisnis," ujarnya.

Kemudian untuk transaksi di merchant yang memakai EDC BTN bisa mencapai Rp 100 juta, begitu pula untuk transaksi pembayaran di ATM.

Selain itu, Tabungan BTN Bisnis juga menawarkan fitur yang dapat memudahkan pemantauan,dan pencatatan pembukuan transaksi.

"Tabungan BTN Bisnis ini memberikan kemudahan transaksi kepada segmen pebisnis seperti SME, perdagangan, property dan lain-lain, baik secara individu maupun secara institusi," tutur Jasmin.

Jasmin mengatakan, Tabungan BTN Bisnis dapat menunjang aliran transaksi di antara para pedagang dari supplier, pengolah bahan baku maupun penjual di rantai bisnis industri. Apalagi pertumbuhan bisnis produk lokal makin diminati dengan kualitas dan produk yang inovatif.

"Pertumbuhan bisnis yang pesat perlu didukung layanan perbankan yang mumpuni dan mendukung transaksi," imbuhnya.

Terkait Tabungan BTN Bisnis, lanjut Jasmin terdapat sejumlah benefit yang diberikan kepada para pengusaha.

Di antaranya besaran limit transaksi, yaitu nilai transfer antar rekening BTN maupun Bank lain lebih besar daripada tabungan biasa. Selain itu Tabungan BTN Bisnis masih menerapkan bebas biaya transfer dan administrasi.

"Tabungan BTN Bisnis juga memberikan rincian informasi terkait transaksi bisnis yang detail, misalnya mencantumkan identitas pengirim dana dan informasi metode transaksi yang masuk, apakah dengan QRIS atau EDC dan sebagainya," jelasnya.

Disampaikannya setelah diluncurkan pada akhir Maret 2022 lalu telah meraih sebesar Rp 1,6 triliun, ia menyampaikan target Tabungan BTN Bisnis secara nasional nantinya mampu meraih hingga Rp 3,5 triliun.

"Kita bukan mencari volume, tetapi kualitas transaksi bisnis untuk pebisnisnya, sehingga tepat ekosistemnya," ucap Jasmin.

Hal tersebut juga menjadi latar belakang Bank dengan kode saham BBTN ini menjadikan Alan Budikusuma dan Susi Susanti, mantan atlet bulutangkis nasional, yang kini menjadi pebisnis produk olahraga, menjadi model iklan Bank BTN.

Dikatakan Jasmin, Alan dan Susi merepresentasikan pengusaha yang sukses dengan produk lokal yang inovatif dan mampu bersaing dengan produk internasional.



Simak Video "Sakit Hati Dibilang Pengangguran, Pria di Medan Tusuk Keponakan"
[Gambas:Video 20detik]
(afb/afb)