Pertamina Temui Kapolda Sumut Jelang Kenaikan Harga BBM, Bahas Apa?

Datuk Haris Molana - detikSumut
Rabu, 31 Agu 2022 19:52 WIB
Putut saat memberikan keterangan usai bertemu Kapolda Sumut. (Datuk Haris/detikSumut)
Medan -

PT Pertamina Patra Niaga menemui Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simanjuntak. Pertemuan itu dilakukan saat isu kenaikan harga BBM bersubsidi semakin berhembus kencang, bahas apa?

Pertemuan itu sendiri digelar di Mapolda Sumut, Rabu (31/8/2022). Selain PT. Pertamina Patra Niaga, turut hadir juga pihak BPH Migas serta Hiswana Migas Sumut.

"Jadi sesuai dengan arahan Pak Kapolda kondisi yang ada saat ini, adanya isu kenaikan BBM yang perlu kita antisipasi adalah ketersediaan BBM," kata Eksekutif General Manager PT Pertamina Patra Niaga regional Sumbagut, Putut Andrianto usai pertemuan itu.

"Kami dari PT Pertamina Patra Niaga untuk wilayah Sumatera Utara ditugasin menyiapkan stok BBM yang ada di SPBU. Jadi kita akan upayakan secara maksimal tidak ada kekosongan di SPBU," lanjutnya.

Putut menilai ketika menjelang kenaikan BBM, kebiasaan masyarakat akan mengantre sehingga kebutuhan menjadi naik. Dari itu, menyetok BBM di setiap SPBU dilakukam agar masyarakat tidak panik.

"Jadi, biasanya masyarakat pada saat menjelang kenaikan BBM itu akan ada antre sehingga menimbulkan kenaikan kebutuhan. Nah ini yang akan kami lakukan supaya masyarakat jangan panik. BBM tersedia di SPBU, kita memastikan ketersediaan stok BBM di SPBU maupun di terminal BBM kita ada. Jadi masyarakat tidak lagi panik soal ketersediaan," ujar Putut.

Putut mengaku stok yang disediakan di setiap SPBU itu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing SPBU nantinya. Hingga 10 hari ke depan, dia menjamin ketersediaan tercukupi.

"Kita stok di depot maupun di SPBU, kita sesuaikan dengan kebutuhan. Di Depot saat ini kita sampai 10 hari ke depan masih mencukupi dan kalau di SPBU itu kan fluktuaktif tergantung kebutuhan. Jadi kita kirim berdasarkan permintaan SPBU," sebut Putut.

Selain itu, Putut juga menjelaskan soal adanya truk-truk yang mengantre solar. Dia menyebut hal itu bertanda terjadi ya peningkatan kebutuhan.

"Jadi ini kan menunjukan adanya peningkatan kebutuhan. Kalau stok BBM ada di situ. Kalau antrean kan kita tidak bisa mengendalikan ya, karena mereka adanya peningkatan kebutuhan. Jadi yang penting bagi kami adalah BBM nya ada di SPBU," ujar Putut.

SPBU Nakal Bakal Disanksi Tegas

Selanjutnya, ketika ditanyai awak media soal antisipasi adanya SPBU nakal yang menjual minyak ke para pengecer. Putut menegaskan bakal menindak sesuai aturan.

"Kita sudah ada aturan-aturannya ya. Kalau ada SPBU yang tidak melaksanakan aturan tersebut kita akan berikan sangsi tegas. Sangsi tegasnya sampai penghentian suplai kepada SPBU," ujar Putut.

Putut juga mengaku kedatangannya ke Polda Sumut, salah satunya melakukan koordinasi pengawasan serta antisipasi terjadinya hal-hal seperti itu.

Harga Baru BBM Bersubsidi Sudah di Tangan Presiden. Baca Halaman Berikutnya:



Simak Video "Video Herannya Prabowo saat Tahu Ada Aturan Cucu Usaha BUMN Tak Bisa Diaudit"


(dhm/astj)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork