Jambi

Mendag Warning Pengusaha: Harga TBS di Atas Rp 2 Ribu Pekan Depan

Ferdi Almunanda - detikSumut
Selasa, 02 Agu 2022 16:41 WIB
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan melakukan Rapat Kerja Perdana Kementerian Perdagangan bersama Komisi VI DPR RI dalam rangka membahas RUU tentang Pengesahan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dan Indonesia Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK CEPA). Dalam agenda tersebut Mendag Zulkifli Hasan memaparkan hal yang berkaitan dengan rapat kerja tersebut, tidak lupa juga menjelaskan mengenai progres dari Minyak Goreng yang selama ini menjadi masalah di Masyarakat. Minyak goreng kemasan Minyakita.
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Foto: dok. Kemendag)
Jambi -

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan memberikan warning atau peringatan kepada pengusaha di Jambi terkait harga Tandan Buah Segar (TBS). Dia meminta pabrik sudah harus membeli TBS petani dengan harga di atas RP 2 ribu mulai pekan depan.

"Harusnya harga TBS sekarang ini sudah di angka Rp 2.440. Saat ini masih diundangkan, minggu depan harga TBS sudah harus di atas Rp 2.000 per kilo nya, tidak ada yang di bawah itu, ini kebijakan pemerintah pengusaha harus ikuti itu," ujar Zulha di Jambi, Selasa (2/8/2022).

Harga TBS menurut dia harus naik, karena pemerintah sudah tidak lagi melakukan pungutan ekspor dan frekuensi harga per satu bulan kepada pengusaha.


"Sekarang ini pemerintah kan sudah tidak lagi lakukan pungutan ekspor 200 dolar. Artinya harga sawit per kilo pemerintah sudah ngasih Rp 600. Jadi kemarin kalau harga Rp 1.200 tambah Rp 600 jadi Rp 1.800. Kemarin saya sudah tandatangani di harganya itu, frekuensinya harus sebulan selama ini dua minggu," sebut Zulhas.

Apabila pekan depan harga TBS tidak naik, Zulhas meminta petani sawit tidak ragu untuk melakukan protes dengan melaporkan hal itu kepada Gubernur Jambi Al Haris.

"Kalau tidak boleh protes, harus Rp 2.000 ke atas, atau kalau tidak komplain saja, lapor sama pak gubernur," ucap Zulhas.

Ketua Umum PAN ini memastikan akan ada sanksi kepada pengusaha yang tidak ikut aturan atau kebijakan pemerintah.

"Kita kenakan pajak lagi kalau yang tidak patuh, tapi ini saya yakin akan patuh pengusaha kita. Ini kalau tidak patuh susah lagi seperti dulu, pemerintah sudah, petani susah, rakyat susah kan kita tidak mau, maunya pengusaha bagus, rakyat senang minyak goreng ada petani senang," terang Zulhas.



Simak Video "Mendag Zulkifli Hasan Ingin Produk Indonesia Kuasai Arab Saudi"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)