Kafe biasanya identik dengan tempat menikmati kopi dan bersantai. Namun, ada yang berbeda dari Gatto Cat & Antique Doll Cafe di Medan.
Kafe ini menghadirkan hampir 200 boneka antik dari berbagai zaman dan negara. Boneka-boneka itu dipajang di kafe tersebut.
Seluruh boneka antik itu merupakan milik Elka sekaligus pemilik kafe. Ia telah mengoleksi boneka antik selama hampir 30 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketertarikannya terhadap benda-benda vintage membuatnya mengumpulkan boneka dari berbagai negara. Ia mengaku mulai mengoleksi boneka sejak berusia 18 tahun.
Awalnya, Elka membeli boneka yang menarik perhatiannya, terutama boneka tua yang masih terawat baik dan jarang ditemukan.
Seiring waktu, koleksinya terus bertambah hingga akhirnya muncul ide untuk menjadikannya bagian dari konsep kafe.
"Kalau makna khusus sih enggak ada. Ini koleksi pribadi, kalau saya melihat boneka yang bagus dan tertarik, ya saya beli. Apalagi kalau bonekanya sudah tua, masih bagus, terawat, dan jarang ditemukan, itu yang membuat saya tertarik untuk mengoleksinya," ujar Elka, Kamis 22/10/2026.
Dari hampir 200 boneka yang dikumpulkan, salah satu koleksi tertuanya diketahui dibuat pada tahun 1925. Ada pula boneka yang diproduksi pada era 1930-an hingga 1940-an.
Sebagian koleksi bonekanya memiliki karakteristik bahan yang berbeda, mulai dari porselen hingga material campuran yang digunakan dalam pembuatan boneka pada masa lalu.
Menurut Elka, sebagian besar koleksinya berasal dari Jerman, selain dari sejumlah negara Eropa lainnya. Ia biasanya mendapatkan boneka melalui jaringan sesama kolektor, koneksi dengan penjual di luar negeri, hingga berburu langsung ke pasar barang antik saat bepergian.
Elka pun menggabungkan nuansa vintage, kucing serta area outdoor agar pengunjung memiliki pilihan tempat sesuai minat masing-masing saat mengunjungi kafenya.
"Karena kami memang sudah mengumpulkan boneka selama puluhan tahun, akhirnya terpikir mau diapakan koleksi ini. Jadi, kami membuat konsep yang memadukan boneka vintage dengan cat cafe. Ada area boneka, area kucing, dan outdoor, sehingga pengunjung bisa memilih tempat yang sesuai dengan kesukaan mereka," tuturnya.
Dalam memajang koleksinya, Elka mengaku yang mengatur sendiri penempatan boneka-boneka tersebut. Susunannya sesekali diubah agar suasana ruangan tidak monoton.
Namun, pengunjung tidak bisa sembarangan menyentuh boneka-boneka tersebut karena sebagian terbuat dari material yang rentan rusak, terutama yang terbuat dari porselen.
Kehadiran ratusan boneka antik itu tak jarang memunculkan kesan menyeramkan bagi sebagian pengunjung. Meski demikian, Elka menegaskan koleksi tersebut murni berangkat dari kegemarannya terhadap benda-benda vintage, bukan karena cerita mistis yang melekat pada boneka.
"Memang ada pengunjung yang merasa seram dan bertanya apakah bonekanya ada isinya. Namun, bagi kami, ini murni koleksi karena suka boneka-boneka antik. Sejak kafe dibuka, kami juga tidak pernah mengalami kejadian aneh. Soal pendapat pengunjung, tentu setiap orang punya pandangan masing-masing," pungkasnya.
Artikel ini ditulis Hafizna Irasa Hasibuan, peserta Maganghub Kemnaker di detikcom
Simak Video "Mengunjungi Keindahan Mata Air Bah Tio, Sumatera Utara "
[Gambas:Video 20detik] (mjy/mjy)
