Sebanyak 1.324,65 ton sampah di Kota Medan ditampung di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Terjun, Kecamatan Medan Marelan per hari. Saat ini, kapasitas TPA Terjun tinggal tersisa 10 persen.
"TPA Terjun saat ini memiliki luas 13,9 hektare, kapasitas tampung TPA terjun saat ini mencapai 90 persen, sisa 10 persen diperkirakan hanya dapat menampung sampah 1 atau 2 tahun ke depan," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Medan, Melvi Marlabayana, Rabu (21/10/2026).
Adapun berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan pada tahun 2025, jumlah total perkiraan volume sampah yang dihasilkan warga Medan sebesar 1.785,70 ton per hari. Dari jumlah ini, yang bisa ditampung di TPA Terjun adalah 1.324,64 ton atau sebesar 74,18 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melvi mengatakan, pemerintah saat ini tengah mematangkan rencana pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) untuk mengatasi keterbatasan kapasitas TPA Terjun.
"Untuk itu terdapat peningkatan anggaran R-APBD tahun 2027 pada Dinas Lingkungan Hidup sebesar 178,5 miliar. Anggaran ini salah satunya digunakan untuk pembelian belanja modal untuk mendukung kegiatan PSEL," ungkapnya.
Selain PSEL, Melvi menyebut, anggaran yang dialokasikan untuk penanganan persampahan juga mencakup pembelian alat berat berupa ekskavator, wheel loader, bulldozer, dan kendaraan bermotor khusus berupa truk sampah, mobil crane, mobil sky, becak siram, dan peningkatan kualitas taman di Kota Medan.
"Sementara tambahan anggaran sebesar lebih dari 107,79 miliar tahun 2027 diprioritaskan untuk memberikan dampak langsung yang dirasakan oleh masyarakat melalui tiga fokus utama yakni pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan, pengendalian pencemaran dan pengawasan, peningkatan kualitas dan kuantitas Ruang Terbuka Hijau," katanya.
Melvi mengatakan, terkait kapasitas pengelolaan persampahan di Kota Medan, pihaknya melakukan upaya penanganan sampah terintegrasi melalui pemilihan sampah dengan jumlah bank sampah sebanyak 19 unit yang dimiliki masyarakat dan 1 unit milik Pemkot Medan.
"Juga pembuatan pupuk kompos, pengumpulan dan angkutan melalui TPS sebanyak 56 unit, dan aktif melakukan sosialisasi pengelolaan sampah kepada masyarakat dan sekolah-sekolah dengan metode daur ulang, pembuatan pupuk kompos, dan pemilahan sampah," pungkasnya.
