Banjir melanda sejumlah daerah di Kabupaten Langkat dan Kota Binjai. 310 kepala keluarga (KK) mengungsi di Kabupaten Langkat.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik, BPDB Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati mengatakan jika terdapat 3 desa/kelurahan di Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat yang mengalami banjir. Ketiganya adalah Desa Sekoci, Desa Arasnapal, dan Kelurahan Kampung Lama.
"Desa Sekoci ketinggian air 100-150 centimeter," kata Sri Wahyuni Pancasilawati, Senin (12/10/2026).
Sementara Desa Arasnapal, banjir memiliki ketinggian 50-100 centimeter. Di Kelurahan Kampung Lama, banjir sekitar 10-30 centimeter.
Kepala BPBD Langkat Muhammad Ansyari mengatakan terdapat 310 KK yang mengungsi akibat banjir tersebut. Mereka tersebar di Kecamatan Besitang dan Kecamatan Padang Tualang.
"310 KK mengungsi," sebut Muhammad Ansyari.
Selain banjir, tembok penahan tanah pondasi jembatan di Kecamatan Salapian juga dilaporkan ambruk. Hingga saat ini, tidak ada korban jiwa akibat banjir di Langkat.
Sedangkan di Kota Binjai, banjir terjadi di Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur. Dari foto yang diterima, Ketinggian air bervariasi hingga sepinggang orang dewasa.
Untuk jumlah pengungsi juga belum ada data yang diterima BPBD Sumut. Banjir ini terjadi akibat curah hujan yang cukup tinggi.
"Sampai saat ini pihak BPBD Kota Binjai masih berada di lokasi untuk pendataan dan penanganan bencana," tuturnya.
Simak Video "Video: Banjir Rob Rendam 5 Desa di Sidoarjo, 2 Ribu Hektare Tambak Terdampak"
(niz/afb)