Ikan lele merupakan salah satu jenis lauk yang banyak digemari masyarakat karena mudah dijumpai dan memiliki harga yang relatif ekonomis. Tak hanya bercita rasa gurih, ikan lele juga kaya akan berbagai nutrisi yang bermanfaat untuk mendukung kesehatan tubuh.
Tapi, di balik kandungan gizinya, konsumsi ikan lele juga sering menimbulkan pertanyaan mengenai risiko kesehatan, terutama kalau diolah dengan cara tertentu atau dikonsumsi terlalu sering.
Lantas, apa saja manfaat dan risiko kesehatan dari makan ikan lele? Berikut informasi lengkapnya.
Manfaat Makan Ikan Lele
Ikan lele termasuk makanan rendah kalori dan merupakan sumber protein tanpa lemak. Kandungan lemak sehatnya, seperti lemak tak jenuh tunggal dan ganda, menjadikan ikan ini pilihan yang menyehatkan. Dilansir detikHealth dari laman MedicineNet dan WebMD, berikut beberapa manfaat dari makan ikan lele.
1. Baik untuk Jantung
Lele mengandung asam lemak omega-3 dalam jumlah yang baik. Lemak tersebut mengurangi peradangan, melawan stres oksidatif, serta membantu mengatur kadar kolesterol darah yang menyehatkan jantung.
2. Baik untuk Otak
Ikan lele mengandung asam lemak omega-3 yang berguna untuk kesehatan otak. Selain itu, vitamin B12 di dalamnya berperan penting dalam pembentukan sel darah merah dan menjaga kesehatan otak.
Dilansir dari laman Healthline, dalam 100 gram ikan lele terkandung sekitar 237 mg asam lemak omega-3. Jumlah itu bisa memenuhi sekitar 15-20 persen kebutuhan asupan omega-3 pada orang dewasa sehat. Meski demikian, kandungan omega-3 ikan lele masih lebih rendah dibandingkan sejumlah jenis ikan berlemak yang tersedia di pasaran.
3. Menyehatkan Mata
Asam lemak omega-3 yang terkandung dalam lele punya dampak signifikan terhadap kesehatan mata.
4. Kaya akan Vitamin B12
Kebanyakan orang tidak mengonsumsi cukup vitamin B12, senyawa yang vital untuk fungsi saraf, metabolisme sel, dan produksi DNA. Ikan lele adalah sumber yang sangat baik untuk vitamin tersebut. Satu porsi lele 100 gram mengandung 2,8 mcg vitamin B12 yang mencakup 116 persen dari jumlah harian yang direkomendasikan.
5. Pertumbuhan yang Baik untuk Anak
Ikan lele adalah sumber vitamin D yang baik. Dilansir dari laman Food Struck, dalam 100 gram ikan lele, terkandung 0,3 mcg vitamin D yang mencakup sekitar 2 persen dari kebutuhan harian.
Nutrisi itu memainkan peran penting untuk pertumbuhan anak, terutama pada kesehatan tulang. Lemak yang baik dalam ikan lele juga membantu perkembangan sistem saraf yang sehat pada anak-anak.
6. Baik untuk Sel dan Jaringan
Seperti jenis ikan lainnya, lele dikenal kaya akan protein. Satu porsi 100 gram lele mengandung 13 gram protein, yang mewakili 26 persen dari jumlah harian yang direkomendasikan. Protein sangat penting untuk menumbuhkan sel dan jaringan.
7. Rendah Kalori
Ikan lele hanya mengandung sekitar 98 kalori dalam porsi 100 gram, sehingga ikan tersebut bisa menjadi pilihan untuk orang yang menjaga berat badan.
Adakah Efek Samping dari Mengonsumsi Ikan Lele?
Asam lemak omega-3 dan omega-6 memang baik untuk kesehatan. Namun, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi berlebihan dapat membahayakan kesehatan dalam jangka panjang. Berikut beberapa efek sampingnya:
- Konsumsi asam lemak omega-6 secara berlebihan dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit radang usus atau inflammatory bowel disease (IBD).
- Meski ikan lele termasuk jenis ikan dengan kadar logam, seperti merkuri, yang relatif rendah, konsumsi dalam jumlah berlebihan tetap dapat menimbulkan risiko, terutama pada anak-anak. Kontaminasi merkuri memang menjadi salah satu perhatian dalam konsumsi ikan, tetapi kadar merkuri pada ikan lele lebih rendah dibandingkan ikan tuna, ikan todak (swordfish), serta beberapa jenis ikan air tawar dan air laut lainnya.
Simak Video "Terekam CCTV, Maling Ikan Lele di Lumajang Beraksi Telanjang"
(dhm/dhm)