Kata Bahlil Soal Rangkap Jabatan Menko Hilirisasi dan Menteri ESDM

Tim detikFinance - detikSumut
Jumat, 02 Okt 2026 10:22 WIB
Menko Hilirisasi dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (Foto: Heri Purnomo)
Jakarta -

Bahlil Lahadalia kini mengemban dua jabatan sekaligus, yakni Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Bahlil resmi dilantik sebagai Menko di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Bahlil menyebut penugasan ganda tersebut sebagai amanah sekaligus tanggung jawab besar dari negara. Ia memastikan akan menjalankan seluruh tugas yang diberikan, baik sebagai Menteri ESDM maupun Menko Hilirisasi dan Transisi Energi.

"Saya dilantik sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, sekaligus merangkap jadi Menteri ESDM. Saya tahu ini adalah amanah, tanggung jawab negara yang saya harus emban," ujar Bahlil usai pelantikan, dilansir detikFinance.

Menurut Bahlil, penugasan tersebut berkaitan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan hilirisasi dan transisi energi sebagai salah satu prioritas. Ia menilai kedua sektor tersebut perlu dikonsolidasikan melalui Kementerian Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi agar pelaksanaannya dapat dipercepat.

Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sendiri merupakan nomenklatur baru dalam Kabinet Merah Putih. Untuk sementara, kegiatan operasional kementerian koordinator tersebut akan berpusat di Kementerian ESDM. Bahlil menyebut keputusan itu berkaitan dengan besarnya porsi investasi hilirisasi yang berada di sektor ESDM.

"Kantornya akan tetap di kementerian ESDM, sambil kita melihat perkembangan, karena saya melihat bahwa fokus kita kan hilirisasi, dari total investasi 100%, 90%-nya itu ada di sektor ESDM," jelas Bahlil.

Bahlil kembali menegaskan kesiapannya menjalankan dua tanggung jawab tersebut secara maksimal. Ketika ditanya mengenai target kerja dalam tiga bulan pertama sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, ia mengatakan tidak mengenal pembagian kerja berdasarkan periode tersebut.

"Saya selalu bekerja setiap hari, bukan per tiga bulan, ya. Setiap hari, setiap hari, setiap hari. Jadi saya kerja, berpikir, kerja, berpikir, berpikir, kerja," tegas Bahlil.

Alasan Kemenko Hilirisasi Dibentuk

Bahlil juga menjelaskan latar belakang dibentuknya Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Menurut dia, kementerian koordinator memiliki tugas utama melakukan koordinasi, sedangkan kementerian teknis bertugas menjalankan program secara langsung.

Dalam struktur tersebut, Kementerian Investasi dan Hilirisasi akan berada dalam koordinasi Kemenko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.

"Alasannya, kalau Menko kan Kemenko aja, Menteri Koordinator. Sementara Menteri Investasi dan Hilirisasi kan dia menteri teknis. Jadi, kementeriannya, Kementerian Investasi dan Hilirisasi itu di dalam koordinasi Kemenko. Itu aja kok, biasa ya," terang Bahlil.

Sementara ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya sosok baru yang menggantikan dirinya sebagai Menteri ESDM, Bahlil memilih tidak memberikan penjelasan lebih jauh. Ia mengatakan dirinya hanya menjalankan penugasan sesuai dengan Keputusan Presiden.

"Saya tidak boleh menjawab melampaui batas kewenangan. Saya hanya menjalankan sesuai dengan apa yang diperintahkan dalam Keppres Bapak Presiden, karena kita memaknai semua kewenangan tentang ketatanegaraan itu hak Bapak Presiden dan dilimpahkan para pembantu-pembantunya. Dan sebagai pembantu presiden yang baik, akan taat, tunduk pada apa yang diperintahkan dan apa yang ada dalam Keppres tersebut," beber Bahlil.



Simak Video "Video Bahlil Kaget Persediaan Batu Bara PLN Hampir Habis di Bulan Juni"

(nkm/nkm)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork